YOGYAKARTA, LinkPapua.id – Wakil Presiden (Wapres) RI ke-10 dan ke-12 Jusuf Kalla (JK) mendorong penyelesaian konflik Papua melalui operasi keamanan yang tepat serta pendekatan kepada masyarakat. Menurut JK, dialog dan upaya membangun pemahaman bersama diperlukan agar persoalan keamanan dan pembangunan Papua dapat diselesaikan secara damai.
“Papua, tentu sangat disayangkan. Maka tentu perlu operasi yang betul, tapi juga harus ada pendekatan ke masyarakat untuk adanya suatu pengertian yang baik agar masyarakat mengerti pembangunan Papua itu harus dibangun secara bersama-sama,” kata JK di Yogyakarta, Minggu (13/9/2026).
JK menyayangkan persoalan keamanan masih terjadi di Papua. Dia menilai penanganannya perlu berjalan beriringan antara tindakan keamanan dan pendekatan kepada masyarakat.
Menurut JK, pemerintah telah mengalokasikan anggaran yang cukup besar untuk pembangunan Papua. Karena itu, masyarakat perlu memahami pembangunan dan kebijakan pemerintah yang berjalan di wilayah tersebut.
“Papua itu sudah diberikan anggaran yang cukup besar untuk pembangunan,” ujarnya.
JK mengatakan pendekatan persuasif dan dialog tetap diperlukan dalam menyelesaikan persoalan Papua. Namun, operasi TNI dan Polri tetap dibutuhkan apabila terdapat tindakan yang mengganggu keamanan dan ketertiban.
“Apabila mereka masih begitu, tentu operasi daripada TNI, polisi. Tapi, yang paling perlu ada upaya pengertian secara baik, secara damai,” tuturnya.
Dia kemudian menyinggung pengalaman penyelesaian konflik di sejumlah daerah sebagai pembelajaran untuk Papua. JK menyebut Aceh sebagai salah satu contoh konflik yang dapat diselesaikan melalui jalan damai.
“Itu di mana-mana kita bisa laksanakan, kayak di Aceh, kayak di mana-mana,” ucap JK.
JK memiliki pengalaman dalam sejumlah proses perdamaian di Indonesia, termasuk penyelesaian konflik Aceh. Menurutnya, membangun saling pengertian melalui pendekatan damai dapat menjadi bagian dari upaya mencari jalan keluar atas konflik berkepanjangan di Papua.
JK berharap penyelesaian persoalan Papua dapat berlangsung secara damai. Pendekatan tersebut diharapkan turut menciptakan kondisi yang mendukung pembangunan dan kehidupan masyarakat yang lebih baik. (*/red)
