MANOKWARI, LinkPapua.id – Kapolresta Manokwari Kombes Pol Ongky Isgunawan mengakui pengungkapan kasus tabrak lari yang menewaskan Marvel Audrei Rumbi tidak mudah. Dia menegaskan bertanggung jawab penuh atas penanganan perkara yang telah berjalan lebih dari sebulan itu.
“Kasus ini tidak bisa kami kerjakan secara serampangan. Kami butuh saksi dan bukti yang kuat supaya proses hukum ini benar-benar tuntas,” ujar Ongky di hadapan massa di perempatan lampu merah Makalow, Senin (22/12/2025).
Pernyataan tersebut disampaikan Ongky saat menemui keluarga korban dan massa aksi yang memprotes lambannya penanganan kasus. Aksi protes itu sebelumnya memicu pemalangan jalan karena pelaku belum juga ditetapkan hingga hari ke-41 sejak kejadian.
“Saya menyampaikan turut berduka cita yang mendalam atas meninggalnya adik Marvel. Saya juga mohon maaf karena baru bisa hadir sekarang,” katanya.
Ongky menjelaskan proses penyidikan membutuhkan kehati-hatian agar perkara tidak gugur di pengadilan. Dia menyebut kepolisian memerlukan alat bukti dan keterangan saksi yang benar-benar kuat.
“Saya pastikan tidak ada perbedaan suku dalam penanganan perkara ini. Semua warga negara sama di mata hukum, dan saya bertanggung jawab penuh,” tegasnya.
Kapolresta juga menanggapi tudingan adanya perlakuan berbeda dalam penanganan kasus tersebut. Dia meminta masyarakat dan keluarga korban memberi waktu agar proses hukum berjalan sesuai prosedur.
“Kami harap keluarga pelaku bisa menyerahkan yang bersangkutan. Ini akan membantu penyelidikan dan menunjukkan tanggung jawab moral,” katanya.
Meski demikian, Ongky belum membeberkan secara rinci perkembangan teknis penyidikan, termasuk jumlah saksi dan alat bukti yang telah dikantongi. Dia berjanji akan menyampaikan kejelasan kepada publik setelah proses penyelidikan mencapai tahap yang memungkinkan.
“Mohon beri kami waktu. Saya pastikan akan ada kejelasan dan saya akan bertanggung jawab atas proses ini,” pungkasnya. (LP14/red)
