MANOKWARI, Linkpapua.id– Ketua Komisi III DPRK Manokwari, Abu Rumkel, menyoroti banyaknya ruas jalan di wilayah Kabupaten Manokwari yang mengalami abrasi akibat luapan sungai dan hantaman ombak pantai.
Menurutnya, kondisi tersebut menjadi perhatian serius saat monitoring LKPJ Bupati Manokwari tahun 2025. Sejumlah jalan penghubung antarwilayah distrik maupun akses menuju beberapa kabupaten di Papua Barat mulai terancam putus.
Abu Rumkel mengatakan, jika tidak segera ditangani, abrasi yang terus terjadi dapat menghambat aktivitas dan mobilitas masyarakat, termasuk distribusi barang dan pelayanan pemerintah ke daerah-daerah.
“Beberapa titik jalan saat ini sudah berada sangat dekat dengan bibir sungai maupun pantai. Kalau dibiarkan, bukan tidak mungkin akses jalan bisa putus dan masyarakat akan kesulitan menuju wilayah lain,” ujarnya.
Ia meminta pemerintah melalui Balai Jalan sebagai instansi teknis terkait segera melakukan langkah penanganan.

Selain itu, Komisi III DPRK Manokwari juga mendorong adanya pemetaan wilayah yang berpotensi mengalami kerusakan lebih parah agar penanganan dapat dilakukan lebih cepat dan tepat sasaran.
Abu Rumkel menegaskan infrastruktur jalan memiliki peran penting dalam mendukung aktivitas ekonomi, pendidikan, kesehatan, dan pelayanan publik masyarakat di wilayah Manokwari.
Karena itu, ia berharap pemerintah dapat menjadikan penanganan abrasi sebagai prioritas pembangunan infrastruktur guna menjaga konektivitas antarwilayah tetap berjalan dengan baik.(LP3/Red)
