MANOKWARI, LinkPapua.id – Kontingen Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menargetkan meraih enam gelar champion pada Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) Nasional XIV di Manokwari, Papua Barat. DIY memang hanya akan mengikuti enam kategori lomba dari seluruh cabang yang dipertandingkan.
“Keenam kategori yang kami ikuti, targetnya champion,” kata Ketua Lembaga Pengembangan Pesparawi Daerah (LPPD) DIY, Wibowo Hadi, saat penyambutan kontingen di Bandara Rendani, Manokwari, Kamis (18/6/2026).
Kontingen DIY berjumlah sekitar 90 orang. Pada gelombang pertama, sebanyak 42 peserta dan ofisial telah tiba di Manokwari, sementara peserta lainnya akan datang secara bertahap.
DIY mengikuti enam kategori lomba. Kategori tersebut meliputi solo anak usia 7 tahun, solo anak usia 13 tahun, paduan suara dewasa campuran (PSDC), paduan suara remaja pemuda (PSRP), serta dua kategori lainnya.
Wibowo mengatakan target tersebut didasarkan pada capaian DIY pada Pesparawi Nasional XIII saat menjadi tuan rumah. Ketika itu, DIY mengikuti seluruh kategori lomba dan meraih 12 medali emas serta empat gelar champion.
Namun, pada Pesparawi Nasional XIV, DIY memilih lebih selektif dalam mengirim peserta. Keputusan itu diambil dengan mempertimbangkan kemampuan anggaran daerah.
“Saat menjadi tuan rumah kami mengikuti semua kategori. Kali ini kami hanya mengikuti enam kategori karena efisiensi anggaran,” ujarnya.
Meski mengurangi jumlah kategori yang diikuti, DIY tetap memasang target tinggi. Wibowo menilai peserta yang diberangkatkan memiliki kesiapan untuk bersaing di tingkat nasional.
Rombongan DIY tiba di Bandara Rendani Manokwari dan disambut melalui prosesi adat. Penyambutan dilakukan Wakil Ketua II Panitia Pesparawi Nasional XIV, Richard Alfons, bersama orang tua angkat kontingen dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Barat.
Wibowo turut menyampaikan apresiasi atas sambutan yang diberikan panitia dan masyarakat Papua Barat. Menurutnya, penerimaan yang hangat membuat seluruh anggota kontingen merasa dihargai sejak tiba di Manokwari.
“Penyambutan dan prosesi adat yang kami terima sangat luar biasa. Kami merasa senang dan dihargai. Terima kasih kepada panitia dan paguyuban yang telah menyambut kami dengan hangat,” ucapnya. (LP14/red)
