Melihat Muslim Manokwari Sambut Ramadhan: Dari Tahlilan Sampai Rawat Toleransi

Published on

MANOKWARI, linkpapua.com- Umat Muslim tengah bersiap menyambut bulan Ramadhan. Di Manokwari, tradisi menyambut bulan suci ini diisi dengan berbagai aktivitas.

Di kalangan Muslim Papua yang hidup menetap di Manokwari, lekat dengan tradisi tahlilan hingga silaturahmi. Tak hanya warga Muslim, warga non-Muslim di Manokwari juga terlibat dalam berbagai aktivitas sosial selama Ramadhan.

“Sejak beberapa pekan sebelum masuk Ramadhan, kami menyambut dengan baik. Menggelar tahlilan, kirim doa bagi orang tua yang sudah meninggal. Juga membersihkan rumah ibadah dan rumah kediaman. Ini tradisi yang sudah turun temurun,” kata Ahmad Ugaje, Warga Muslim asal Kokoda Sorong Selatan yang mendiami Manokwari, Jumat (1/4/2022).

Ahmad menuturkan, kehidupan beragama di Manokwari sangat harmonis. Antarpemeluk agama tak pernah saling mencederai. Bahkan kata Ahmad, toleransi dan kekerabatan Muslim dan non-Muslim tidak pernah Pudar.

“Kami sudah terbiasa saling menghargai dan menghormati di kala memasuki momen keagamaan seperti Bulan Suci Ramadhan ini. Jadi suasana Ramadhan di Manokwari selalu terasa damai,” ujarnya.

Ahmad mencontohkan, beberapa hari lalu banyak warga non-Muslim yang bertanya kapan kalian masuk Bulan Ramadhan. Setelah diberitahukan beberapa di antaranya kemudian datang membawa kayu bakar.

“Kebiasaan ini sudah lama terjalin, saudara kami datang dengan kayu bakar saat Ramadhan. Rumah ibadah saat kami melakukan solat juga dijaga,” tutur Ahmad.

Kata Ahmad, kehidupan beragama di Manokwari bisa terjaga seperti ini karena hidupnya tenggang rasa di antara masyarakat.

“Di Kokoda Kabupaten Sorong Selatan kami menyebutnya sebagai Agama Keluarga, atau misalnya di Fakfak dan Kaimana menyebut sebagai Satu Tungku tiga baru,” ucapnya.

Tidak hanya sebatas berbagi, memasuki Bulan Suci Ramadhan kata Ahmad, pelaksanaan ibadah Solat Tarawih hingga saat Solat Idul Fitri juga kerap dijaga keamanannya oleh warga Papua non-Muslim. Tradisi ini juga telah berlangsung turun temurun.

“Bentuk toleransi seperti ini terus kami budayakan bukan hanya saat pelaksanaan momen hari besar umat Muslim, kami juga turut merasakan jika ada perayaan keagamaan saudara kami non-Muslim Papua,” tuturnya

Sebaran warga Muslim Papua di wilayah Papua Barat paling banyak di Kawasan Selatan, seperti Sorong Selatan, Raja Ampat, Kaimana, Fakfak dan Bintuni.

“Saya di Manokwari sejak tahun 1977 kehidupan bertetangga di sini tidak jauh beda dengan di kampung kami, antara sesama pemeluk agama saling menghormati, terlebih memasuki Bulan Ramadhan” ucapnya Ahamda yang juga merupakan Ketua Ta’mir Masjid Al Amin Kampung Insiripuri Kelurahan Amban Manokwari.

Ahmad pun berharap keberagaman ini terus terawat. Kata dia, Papua Barat layak menjadi contoh bagaimana damainya kehidupan antarumat beragama. (LP2/red)

Latest articles

‎PELITA Goes to School Ajak Pelajar SMK Negeri Tandia Rawat Kerukunan...

0
TELUK WONDAMA, LinkPapua.id – Pemuda Lintas Agama (PELITA) Kabupaten Teluk Wondama, Papua Barat, mengajak pelajar SMK Negeri Tandia menjaga kerukunan dan toleransi antarumat beragama....

More like this

FASI BKPRMI Manokwari Diikuti 187 Peserta, Wabup Dorong Potensi Generasi Qurani

MANOKWARI, Linkpapua.id– Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Kabupaten Manokwari menggelar Festival Anak...

Kasus Kematian Yanto Idorway, Polda Papua Barat Tetapkan Dua Tersangka

MANOWARI, Linkpapua.id-Kabid Humas Polda Papua Barat Kombes Pol. Trihadi Kuncahyo, A.Md., S.E., menyampaikan bahwa...

PHMJ GKI Nazaret Fanindi Pantai Aktif Beri Masukan Draf Amandemen Tata Gereja 2027

MANOKWARI, Linkpapua.id-Ketua PHMJ GKI Nazaret Fanindi Pantai, pdt Lenny M. M. Key Matatula, S.Th didampingi...