TELUK WONDAMA, LinkPapua.id – Pemuda Lintas Agama (PELITA) Kabupaten Teluk Wondama, Papua Barat, mengajak pelajar SMK Negeri Tandia menjaga kerukunan dan toleransi antarumat beragama. Ajakan tersebut disampaikan melalui kegiatan PELITA Goes to School.
“Generasi muda harus menjadi bagian penting dalam menjaga kerukunan. Kita perlu saling menghormati, menghargai perbedaan, menjaga komunikasi, dan tidak mudah terprovokasi oleh hal-hal yang dapat mengganggu kerukunan,” ujar Ketua PELITA Teluk Wondama, Delita Salomina Auri, pada kegiatan PELITA Goes to School yang digelar di Aula SMK Negeri Tandia, Teluk Wondama, Sabtu (26/9/2026).
Sebanyak 50 siswa kelas X hingga XII mengikuti dialog yang membahas toleransi dan kerukunan antarumat beragama. Delita mengatakan generasi muda memiliki peran dalam menjaga suasana damai dan harmonis di Teluk Wondama.
“Keberagaman agama dan latar belakang masyarakat Teluk Wondama merupakan bagian dari kehidupan bersama yang perlu dirawat, bukan menjadi alasan untuk menciptakan perbedaan,” katanya.
Delita menilai pendidikan toleransi perlu diberikan sejak lingkungan sekolah. Menurutnya, sekolah menjadi ruang bagi generasi muda untuk belajar hidup bersama dalam keberagaman.
Peserta juga diajak memahami bahwa kerukunan bukan hanya tanggung jawab tokoh agama dan pemerintah. Para pelajar dinilai memiliki tanggung jawab yang sama untuk menjaga hubungan baik di tengah masyarakat.
Materi selanjutnya disampaikan Yuliana yang menekankan pentingnya membangun sikap toleransi sejak lingkungan sekolah. Kebiasaan saling menghargai dan menghormati keyakinan orang lain dinilai dapat membentuk hubungan yang baik dengan sesama.
Sementara itu, Plh Kepala SMK Negeri Tandia, Emi Werotabuy, menyambut baik pelaksanaan PELITA Goes to School. Dia mengapresiasi ruang dialog yang diberikan kepada siswa untuk memahami toleransi dan kerukunan antarumat beragama.
“Kami menyampaikan terima kasih kepada PELITA yang sudah memberikan ruang kepada anak-anak untuk berdialog dan mendapatkan pemahaman tentang toleransi serta kerukunan antarumat beragama,” ucap Emi.
Dia berharap pesan yang diperoleh siswa melalui kegiatan tersebut tidak berhenti di lingkungan sekolah. Nilai toleransi itu diharapkan diterapkan dalam kehidupan keluarga dan masyarakat.
Melalui kegiatan tersebut, PELITA Teluk Wondama mendorong keterlibatan generasi muda dalam menjaga persaudaraan di tengah keberagaman. Dialog bersama pelajar juga diharapkan menanamkan nilai toleransi sejak dini di Teluk Wondama. (LP14/red)
