Minim Perhatian, Game Free Fire Diharap Masuk Kalender Pemerintah dan KONI

Published on

MANOKWARI, Linkpapua.com – Kompetisi game Free Fire yang digelar Ahad (28/11/2021) di Rumah Kopi Caffe Master, Manokwari, didominasi peserta dari kalangan pelajar. Kompetisi ini diharap bisa menggugah perhatian pemerintah.

Sebanyak 48 tim ambil bagian di ajang ini. Muhajir, selaku penyelenggara kompetisi menuturkan, setiap Ahad kegiatan Turnamen Game Free Fire dihelat dengan offline. Alasan digelar setiap Ahad karena para peserta mayoritas dari kalangan pelajar.

“Kegiatan ini digagas oleh ketua komunitas tiga tahun lalu, hingga saat ini turnamen digelar setiap Minggu secara offline,” kata Muhajir sebagai penyelenggara, Ahad (28/11/2021).

Kompetisi secara offline ini dilaksanakan setiap bulan dengan hadiah bagi pemenang Rp1 juta serta piagam dan sertifikat.

Kompetisi game Free Fire menghadirkan 4 orang dalam satu tim. Peserta kompetisi sekitar 48 tim.

“Di Manokwari sudah banyak peminat atau tim game Free Fire, namun yang terdaftar dalam kompetisi bulan ini sebanyak 48 slot atau tim. Sudah 6 tim yang gugur,” kata Hajir.

Free Fire belum mendapat perhatian KONI dan Pemerintah

Game Free Fire kini masuk dalam cabang olahraga yang terdaftar di Pekan Olahraga Nasional (PON). Awal kemunculanya pada PON Papua kemarin.

Animo peserta di Manokwari dan Papua Barat pada umumnya sangat tinggi, namun sayang kegiatan yang peminatnya dari kalangan milenial ini belum memiliki ruang yang cukup di mata pemerintah maupun KONI.

“Terus terang kompetisi ini kita gelar atas inisiatif komunitas, belum ada bantuan atau campur tangan dari pemerintah maupun pihak KONI,” kata Wakil Ketua Komunitas Free Fire Manokwari, Aby Rahman Patty.

Aby mengaku pernah berniat mengadakan kompetisi yang lebih bergengsi di Manokwari yang melibatkan seluruh kabupaten dan kota di Papua Barat, namun terbentur dengan anggaran dan akses ke pemerintah sehingga segala persiapan yang disusun akhirnya batal.

“Kami berharap, baik KONI Papua Barat maupun pemerintah bisa memperhatikan komunitas Free Fire di Manokwari, sebab potensi ini sangat positif, selain termasuk olahraga yang terdaftar di PON juga keseharian dapat membina generasi muda dari hal-hal negatif seperti aibon, narkoba dan sebagainya,” tuturnya. (LP2/Red)

Latest articles

Sambut HUT Ke-81 RI, Pemprov Papua Barat Bagikan Bapok dan Bibit...

0
MANOKWARI, LinkPapua.id – Pemprov Papua Barat membagikan bahan pokok (bapok) dan bibit tanaman buah kepada masyarakat di Kampung Susweni, Kabupaten Manokwari, Papua Barat. Kegiatan...

More like this

Musda Golkar Kaimana Jadi Momentum Konsolidasi dan Penyatuan Kader

KAIMANA, Linkpapua.id – DPD Partai Golongan Karya Kaimana menggelar Musyawarah Daerah (Musda) IV yang...

Asap Kebakaran TPA Manokwari Ancam Kesehatan, Pemprov Papua Barat Wajibkan ASN Pakai Masker

MANOKWARI, LinkPapua.id – Pemprov Papua Barat mewajibkan ASN dan non-ASN memakai masker di lingkungan...

Oknum Komisioner KPU Papua Barat-Istri Orang Diamankan di Kasus Perzinaan, Diduga Hendak Hilangkan Bukti

MANOKWARI, LinkPapua.id – Oknum Komisioner KPU Papua Barat berinisial AM dan perempuan berinisial TJ...