MANOKWARI, LinkPapua.id – Mohamad Lakotani (Mola) memastikan diri maju sebagai bakal calon ketua Umum KONI Papua Barat periode 2026-2030. Wakil Gubernur Papua Barat itu mengaku telah mengantongi 13 dukungan dalam bentuk SK untuk mengikuti Musorprovlub KONI Papua Barat.
Lakotani mengatakan telah melaporkan niatnya maju kepada Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan. Dia menyebut gubernur memberikan ruang kepada siapa pun yang memenuhi syarat untuk mencalonkan diri.
“Sampai tadi pagi saya memastikan kepada Gubernur (Dominggus Mandacan) dan tidak ada masalah untuk dipersilakan maju mencalonkan diri. Gubernur tidak memihak kepada siapa-siapa,” ujar Lakotani saat persiapan Musorprovlub KONI Papua Barat, Selasa (18/8/2026).
Dia meminta seluruh pihak tidak ragu mengambil bagian dalam proses pemilihan ketua KONI Papua Barat. Menurutnya, setiap cabang olahraga bebas menentukan kandidat yang akan didukung.
“Bagi saya, yang mau dukung saya silakan dan yang sudah nyaman dengan kandidat lain silakan. Nanti saat masanya tiba akan dilihat mana yang terpilih,” kata Ketua Cabor FASI/Aero Sport Papua Barat ini.
Jika dipercaya memimpin KONI Papua Barat, Lakotani berkomitmen menempatkan orang yang memiliki kapasitas dan memahami dunia olahraga pada posisi yang tepat. Dia menilai pengelolaan KONI harus diarahkan untuk pembinaan dan pengembangan olahraga.
“Pembinaan atlet harus dipimpin oleh orang yang tepat agar arahnya tepat, tidak terpengaruh oleh hal-hal lain dan berorientasi sungguh-sungguh pada bidang olahraga,” tegasnya.
Lakotani juga berkomitmen memberikan kemampuan terbaiknya jika mendapat kepercayaan memimpin KONI Papua Barat. Dia menyatakan kepemimpinan KONI tidak boleh berorientasi pada kepentingan pribadi maupun kelompok.
“Jika saya dipercaya, saya akan mewakafkan kemampuan untuk bersama-sama membangun dan membangkitkan olahraga di Papua Barat,” lanjutnya.
Dia mempersilakan masyarakat melihat rekam jejak organisasi yang pernah dipimpinnya. Lakotani menilai pengalaman tersebut dapat menjadi pertimbangan dalam melihat komitmennya memimpin KONI Papua Barat.
“Jika ingin dilihat rekam jejak saya silakan. Semua organisasi yang saya pimpin selama ini berjalan lurus-lurus saja, artinya tidak ada kepentingan lainnya,” tuturnya.
Selain itu, Lakotani menekankan pembinaan olahraga bukan pekerjaan perorangan. KONI harus memberikan ruang kepada masing-masing cabang olahraga untuk menjalankan tanggung jawab pembinaan atlet.
“Ini bukan kerja perorangan, ini adalah kerja sama. Perlu juga ruang bagi masing-masing cabor untuk bertanggung jawab melakukan pembinaan terhadap atlet masing-masing cabor,” ucapnya.
Sementara itu, Ketua Tim Kerja Pemenangan Mola Melkias Werinussa mengatakan pihaknya telah mengantongi 13 dukungan dalam bentuk SK. Dukungan tersebut berasal dari sejumlah cabang olahraga yang memiliki hak suara dalam Musorprovlub.
Werinussa menyebut terdapat 38 cabang olahraga ditambah KONI kabupaten yang memiliki hak suara. Dengan demikian, total terdapat 43 suara dalam Musorprovlub KONI Papua Barat.
“Sesuai persyaratan, untuk bisa masuk harus mengantongi dukungan sekitar 30 persen dari jumlah suara yang ada. Satu calon harus mendapatkan sekitar 13 sampai 15 dukungan dari ketua cabang olahraga. Sementara untuk Mola, dukungan yang telah masuk dalam bentuk fisik atau SK berjumlah 13 dukungan,” jelasnya.
Tim pemenangan Mola menargetkan dukungan terhadap Lakotani terus bertambah. Werinussa menyebut target berikutnya mencapai 25 suara dan pada tahap akhir 32 suara, termasuk dukungan dari KONI kabupaten.
Dalam pertemuan tersebut, Lakotani kembali mendapat dukungan dari sejumlah cabor, di antaranya angkat besi, hoki, catur, dan tenis meja. Dengan tambahan tersebut, total dukungan yang diklaim tim Mola mencapai 13 suara.
Untuk KONI kabupaten, baru KONI Kaimana dan KONI Fakfak yang disebut telah menyatakan dukungan kepada Lakotani. Dukungan dari KONI kabupaten lainnya masih ditunggu tim pemenangan.
Werinussa juga menyoroti kondisi KONI Papua Barat yang dinilai mengalami stagnasi dalam satu tahun terakhir. Kondisi itu terjadi setelah Dominggus Mandacan mengundurkan diri dari jabatan Ketua Umum KONI Papua Barat.
“Awalnya periode pertama Bapak Dominggus dan periode kedua mengundurkan diri, kemudian dilanjutkan Ketua Harian Joni Saiba untuk mengisi kekosongan. Sekarang masa baktinya sudah habis, maka perlu dilakukan Musorprovlub,” beber Ketua Persatuan Lawn Tenis Indonesia (Pelti) Papua Barat ini. (LP14/red)
