27.5 C
Manokwari
Kamis, Maret 26, 2026
27.5 C
Manokwari

Search for an article

More

    Momen Bersejarah Bagi Warga Teluk Bintuni, Bupati Kukuhkan Pengurus LMA Tujuh Suku dan Resmikan Kantornya

    Published on

    BINTUNI, Linkpapua.com – Bupati Teluk Bintuni, Petrus Kasihiw, mengukuhkan pengurus Lembaga Masyarakat Adat (LMA) Suku Wamesa, Sebyar, Kuri, Irarutu, Moskona, Sumuri, dan Sough, pada Jumat (24/9/2021).

    Pada kesempatan itu, Bupati sekaligus meresmikan kantor LMA Tujuh Suku Teluk Bintuni yang berlokasi di Jalan Raya Bintuni, Kali Tubi, Distrik Bintuni, Kabupaten Teluk Bintuni, Papua Barat.

    Petrus dalam sambutannya mengatakan, ini adalah momentum sangat bersejarah sejak lembaga tujuh suku di kabupaten ini didirikan. “Hari ini saya melantik orang-orang tua saya sejak 18 tahun Kabupaten Teluk Bintuni ini berdiri,” ucap Petrus.

    Petrus juga mengungkapkan rasa bangganya sebagai anak dari tujuh suku Teluk Bintuni. “Saya sebagai anak tujuh suku sangat bangga. Selama ini kita tidak mempunyai rumah, kita tidak punya bapak dan mama sehingga masing-masing dari tujuh suku mencari jalan mereka sendiri-sendiri,” tuturnya.

    Bupati mengungkapkan, ada tiga pilar pembangunan, yakni pemerintah, agama, dan adat. “Sebelum ada agama dan pemerintahan, adat sudah ada terlebih dahulu. Orang tua bilang adat adalah agama pertama. Karena lewat adat masyarakat bisa hidup dalam setiap rumpun budaya yang berbeda,” terangnya.

    Kabupaten Teluk Bintuni, kata dia, terbentuk karena karya besar masyarakat adat tujuh suku. “Ini satu hal yang sangat luar biasa orang suku di gunung bisa menyatu dengan suku di wilayah pantai. Kekayaan dan kearifan adat tujuh suku yang harus kita jaga dari waktu ke waktu di tanah Sisar Matiti yang kita cintai,” pesannya.

    Dia pun berharap dengan peresmian kantor ini bisa memberikan dampak positif ke depannya. “Kantor yang sudah diresmikan ini agar setiap persoalan yang berkaitan dengan adat tujuh suku yang berada di wilayah Kabupaten Teluk Bintuni kita selesaikan di rumah ini,” harapnya.

    Sementara, Ketua LMA Tujuh Suku Teluk Bintuni, Marthen Wersin, berharap kehadiran mereka bisa menjadi perpanjangan tangan pemerintah dalam pembangunan masyarakat yang mandiri. “Kami harapkan lembaga ini adalah lembaga kultur representasi masyarakat,” ucap Marthen.

    Marthen juga menekankan, dalam menyampaikan aspirasi
    masyarakat dilaksanakan secara musyawarah dan sesuai dengan hukum yang berlaku. “Lembaga ini menjadi rumah musyawarah dalam membicarakan masa depan Teluk Bintuni dan untuk kepentingan kita bersama,” ucapnya.

    Dia pun mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama membangun Teluk Bintuni ke arah yang lebih ke depan. “Kepada masyarakat Teluk Bintuni mari kita bekerja dengan hati nurani dan hati yang bersih. Mari kita sama sama memajukan Bintuni dan mendukung anak anak tujuh suku yang duduk memimpin negeri ini. Jangan ada lagi perpecahan dalam tubuh kita demi majunya Teluk Bintuni,” pungkasnya. (LP5/Red)

    Latest articles

    Menkeu Purbaya Usul Efisiensi Makan Bergizi Gratis, Hemat Rp40 Triliun

    0
    JAKARTA, LinkPapua.id - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa membeberkan adanya potensi efisiensi besar pada program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang bisa menghemat anggaran...

    More like this

    Yudisium Perdana, 50 Lulusan Fakultas Hukum Uncri Resmi Sandang Gelar Sarjana Hukum

    MANOKWARI, LinkPapua.id – Universitas Caritas Indonesia (UNCRI) mewisuda 50 lulusan Program Studi Ilmu Hukum...

    Mugiyono Ajak Warga Maknai Idulfitri dengan Saling Memaafkan dan Kesederhanaan

    ‎MANOKWARI, Linkpapua.id- Dalam momentum Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah, Wakil Bupati Manokwari, Mugiyono, mengajak...

    Wabup Teluk Bintuni Salat Id di Tomu, Open House Bareng Warga

    TELUK BINTUNI, LinkPapua.id - Wakil Bupati (Wabup) Teluk Bintuni Joko Lingara merayakan Lebaran Idulfitri...
    Exit mobile version