KAIMANA, LinkPapua.id – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Papua Barat dan Papua Barat Daya menggencarkan edukasi literasi keuangan bagi masyarakat di Kabupaten Kaimana. Upaya ini bertujuan memproteksi warga dari ancaman pinjaman online (pinjol) serta investasi ilegal.
“Pemahaman keuangan dan kebiasaan menabung sejak dini akan membantu pelajar mengambil keputusan keuangan secara bijak serta lebih terlindungi dari berbagai penawaran produk keuangan yang tidak sesuai ketentuan,” ujar Asisten Direktur Pengawasan Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan OJK, Ferdian Ario, saat menutup rangkaian kegiatan di SMAN 1 Kaimana, Jumat (24/4/2026).
Ferdian mewakili Kepala OJK Papua Barat dan Papua Barat Daya dalam agenda OJK Goes to School tersebut. Dia menegaskan literasi keuangan sejak usia sekolah menjadi fondasi penting dalam membentuk karakter generasi muda.
Tim OJK menyampaikan berbagai materi mulai dari perencanaan keuangan hingga budaya menabung. Mereka juga mengingatkan para siswa agar selalu waspada terhadap aktivitas keuangan ilegal yang merugikan.
Kepala SMA Negeri 1 Kaimana, Yosaphat Lamawuran, memberikan apresiasi terhadap inisiatif OJK ini. Dia menilai edukasi tersebut sangat krusial bagi masa depan para siswanya dalam mengelola keuangan.
“Para siswa diharapkan mampu mengambil keputusan keuangan yang bijak di masa depan dan tidak terlibat dalam aktivitas keuangan ilegal,” katanya.
Rangkaian edukasi OJK ini menyasar berbagai segmen masyarakat di wilayah Kaimana selama beberapa hari. Petugas OJK mengawali kegiatan dengan menyambangi anggota Polres Kaimana pada 21 April.
Edukasi berlanjut kepada para pelajar di SMP Negeri 3 dan SMK Negeri 2 Kaimana pada 22 April. Selanjutnya, OJK memberikan pemahaman keuangan kepada anggota Batalyon Infanteri 764/Iamba Baua pada 23 April.
Total peserta dalam seluruh rangkaian kegiatan edukasi ini mencapai 617 orang. OJK juga merangkaikan program di tingkat SMP dan SMK dengan pembukaan rekening Simpanan Pelajar (SimPel) bagi para siswa.
OJK berkomitmen terus memperluas jangkauan program literasi dan inklusi keuangan ke seluruh lapisan masyarakat. Langkah ini mendukung terciptanya warga yang lebih sejahtera serta terlindungi saat menggunakan layanan jasa keuangan. (LP14/red)
