PAN Teluk Bintuni Suarakan Pemilu Damai: Jangan Ada Polarisasi

Published on

BINTUNI, Linkpapua.com – Sekretaris DPC Partai Amanat Nasional (PAN) Kabupaten Teluk Bintuni Roy masewi menyuarakan pentingnya mewujudkan Pemilu damai. Ia melihat, ekskalasi politik akan menghangat hingga 2024, namun tidak boleh terjadi polarisasi tidak sehat di masyarakat.

“Penting bagi kita untuk menjaga tali silaturahmi antara partai-partai politik yang berada di Kabupaten Teluk Bintuni. Sehingga dapat terwujudnya Pemilu yang damai 2024. Damai itu jadi tanggung jawab kita bersama, ujar Roy Masewi jumaat (24/2/2023).

Menurutnya, Pemilu damai bisa diwujudkan dengan menghilangkan segala bentuk informasi hoaks. Menekan polarisasi dan juga menjaga tidak menyebarnya ujaran kebencian di masyarakat

“Sebab semua itu bisa jadi pemicu konflik di masyarakat. Merupakan hal yang penting dalam rangka mewujudkan Pemilu yang berintegritas. Pemilu juga merupakan instrumen sekaligus wujud nyata dari demokrasi,” kata Roy Masewi

Menurutnya, Pemilu damai bisa diwujudkan dengan menghilangkan segala bentuk informasi hoaks. Menekan polarisasi dan juga menjaga tidak menyebarnya ujaran kebencian di masyarakat “Sebab semua itu bisa jadi pemicu konflik di masyarakat. Merupakan hal yang penting dalam rangka mewujudkan Pemilu yang berintegritas. Pemilu juga merupakan instrumen sekaligus wujud nyata dari demokrasi.

Roy Masewi mengharapkan peran pemerintah daerah agar mengajak lembaga-lembaga negara, organisasi masyarakat, unsur-unsur masyarakat sipil, dan stakeholder lainnya agar turut akhir mendorong suksesnya gelaran Pemilu 2024.

“Saya mengajak seluruh lapisan masyarakat dan simpatisan DPC Partai Amanat Nasional (PAN) di Kabupaten Teluk Bintuni Untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat menjelang Pemilihan Umum 2024 dengan damai, tanpa hoax dan ujaran kebencian. Ini merupakan hal yang penting dalam rangka mewujudkan Pemilu yang berintegritas berdampak yang baik terhadap tanah Sisar Matiti ke depannya,” pungkas Roy Masewi. (LP5/red)

Latest articles

MUI: Pria Berbusana Wanita dalam Karnaval Agustusan Hukumnya Haram

0
JAKARTA, LinkPapua.id – Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyatakan pria yang mengenakan pakaian wanita, termasuk saat mengikuti karnaval agustusan, hukumnya haram dalam syariat Islam. MUI...

More like this

HUT ke-38 SMA 2 Manokwari, Hermus Dorong Alumni Perkuat Kontribusi untuk Daerah

MANOKWARI, Linkpapua.id- Bupati Manokwari Hermus Indou mendorong keluarga besar dan alumni SMA Negeri 2 Manokwari...

Peringati HUT ke-78 Polwan, Polda Papua Barat Perkuat Kedekatan dengan Masyarakat Lewat Aksi Sosial

MANOKWARI, Linkpapua.id-Dalam rangka menyongsong Hari Ulang Tahun (HUT) ke-78 Polisi Wanita (Polwan) Republik Indonesia...

Lima Program CSR Pertamina Patra Niaga Papua Maluku Diakui di ISRA 2026

MANOKWARI, Linkpapua.id-Pertamina Patra Niaga Regional Papua Maluku berhasil memborong 5 penghargaan dalam ajang Indonesia...