MANOKWARI, LinkPapua.id – Kontingen Papua Barat meraih dua penghargaan dalam ajang Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Korpri Nasional 2026 yang berlangsung di Sulawesi Selatan (Sulsel). Dua penghargaan tersebut yakni juara III Hafiz Qur’an dan juara harapan I Dakwah Putri.
Capaian itu diraih dari 20 peserta yang dikirim Papua Barat untuk mengikuti MTQ Korpri Nasional. Sekretaris Daerah (Sekda) Papua Barat Ali Baham Temongmere mengapresiasi prestasi tersebut meski kontingen Papua Barat belum meraih banyak gelar.
“Kita patut bersyukur karena dari 20 peserta yang mengikuti MTQ Nasional, Papua Barat bisa memperoleh dua juara,” kata Ali Baham saat ditemui wartawan di Kantor Gubernur Papua Barat, Senin (31/8/2026).
Ali Baham mengatakan capaian tersebut harus menjadi motivasi untuk meningkatkan pembinaan peserta. Dia berharap Papua Barat dapat meraih hasil lebih baik pada ajang keagamaan berikutnya.
Papua Barat sebelumnya pernah menjadi tuan rumah MTQ Nasional, tetapi belum berhasil meraih gelar juara umum. Menurutnya, dua penghargaan kali ini dapat menjadi pijakan untuk meningkatkan kualitas pembinaan.
“Memang sebelumnya kita pernah menjadi tuan rumah MTQ Nasional, tetapi belum menjadi juara umum. Sekarang kita mendapatkan dua prestasi dan tentu ke depan kita berharap bisa lebih banyak lagi,” ujarnya.
Selain soal prestasi MTQ, Ali Baham menyoroti peran ASN dalam kehidupan sosial dan keagamaan. Dia meminta ASN tidak hanya menunjukkan profesionalisme di lingkungan kantor, tetapi juga aktif berkontribusi di tengah masyarakat.
“ASN itu harus menjadi motor, menjadi panduan dan menjadi petunjuk di berbagai bidang. Yang hebat di kantor juga harus hebat dalam lingkungan masyarakat dan lingkungan keagamaan,” tuturnya.
Menurut Ali Baham, ASN dapat mengambil peran dalam berbagai kegiatan sosial, olahraga, dan keagamaan sesuai kemampuan masing-masing. Kontribusi itu dapat dilakukan melalui kemampuan manajerial, organisasi, administrasi, hingga penyusunan proposal kegiatan.
“Kalau di lingkungan gereja ada kegiatan, ASN harus bisa menjadi motor. Begitu juga di lingkungan keagamaan lainnya, jangan hanya datang sebagai peserta, tetapi harus mampu memberikan kontribusi,” ucapnya.
Dia menilai tanggung jawab sosial ASN semakin besar seiring dengan jabatan dan tanggung jawab yang diemban dalam birokrasi. ASN juga didorong menjadi teladan dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Semakin tinggi peran kita di kantor, harus semakin tinggi pula kontribusi kita di tengah masyarakat,” tegasnya. (LP14/red)
