MANOKWARI, LinkPapua.id – Pasien gagal ginjal di Manokwari, Papua Barat, dapat menjalani terapi cuci darah secara gratis melalui program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) segmen Penerima Bantuan Iuran (PBI). Manfaat program ini dirasakan langsung oleh Wasuri (60), warga Manokwari yang rutin menjalani hemodialisa di RSUD Papua Barat.
“Alhamdulillah saya terdaftar sebagai peserta JKN segmen PBI JK. Saya sudah beberapa tahun menjalani cuci darah dua kali seminggu di RSUD Papua Barat. Pengobatan ini harus dilakukan secara rutin dan dalam jangka panjang. Beruntung ada JKN yang membantu pembiayaan pengobatan seperti yang saya jalani,” ujar Wasuri, Minggu (8/3/2026).
Wasuri diketahui menderita penyakit gagal ginjal sehingga harus menjalani terapi hemodialisa secara berkala. Dia menjalani cuci darah dua kali dalam sepekan, yakni setiap Senin dan Kamis di RSUD Papua Barat.
Hemodialisa merupakan prosedur medis untuk membersihkan darah dari limbah metabolisme dan kelebihan cairan dalam tubuh. Tindakan ini dilakukan ketika fungsi ginjal tidak lagi bekerja secara optimal.
Namun dalam proses pengobatan, Wasuri sempat mengalami kendala saat status kepesertaan JKN miliknya tiba-tiba tidak aktif. Kondisi tersebut membuatnya khawatir karena terapi cuci darah harus dilakukan secara rutin dan tidak dapat ditunda.
“Awalnya saya cukup kaget ketika mengetahui status kepesertaan saya tidak aktif saat akan menjalani cuci darah pada hari Senin, padahal sebelumnya pada hari Kamis masih aktif. Saya sempat khawatir karena terapi ini harus dilakukan secara rutin. Setelah mendapat penjelasan, saya diarahkan untuk mengurus reaktivasi ke Dinas Sosial,” katanya.
Setelah dilakukan penelusuran, diketahui status kepesertaan Wasuri termasuk dalam daftar peserta PBI yang dinonaktifkan oleh Kementerian Sosial (Kemensos). Dia kemudian diarahkan untuk mengurus reaktivasi kepesertaan melalui Dinas Sosial (Dinsos) setempat.
“Prosesnya cukup mudah. Saya hanya membawa surat keterangan sakit dan identitas diri ke Dinas Sosial. Petugas di sana sangat membantu, dan status kepesertaan saya akhirnya bisa diaktifkan kembali sehingga saya dapat melanjutkan terapi cuci darah seperti biasa,” tuturnya.
Wasuri mengaku bersyukur atas bantuan petugas Dinas Sosial dan BPJS Kesehatan yang memfasilitasi proses reaktivasi kepesertaannya. Ia berharap program JKN terus berjalan sehingga masyarakat yang membutuhkan dapat terus merasakan manfaatnya.
“Semoga program JKN ini terus ada karena sangat membantu peserta yang membutuhkan seperti saya. Untuk para pasien hemodialisa lainnya, tetap semangat menjalani pengobatan. Saat ini layanan cuci darah di Manokwari sudah tersedia dan bisa diakses menggunakan BPJS Kesehatan. Bagi masyarakat yang belum terdaftar, saya mengimbau untuk segera mendaftar dan bagi yang sudah menjadi peserta agar memastikan status kepesertaannya tetap aktif,” tutupnya. (LP14/red)
