MANOKWARI, Linkpapua.id-Sekolah Tinggi Ilmu Hukum (STIH) Manokwari resmi memasuki babak baru dengan pembukaan selubung nama kampus sebagai Institut Ilmu Hukum dan Teknologi Pembangunan Papua (IIHTP) pada Selasa (21/7/2026). Momentum tersebut menjadi penanda transformasi kelembagaan yang diharapkan mampu meningkatkan kualitas pendidikan tinggi di Papua Barat.
Rektor IIHTP, Filep Wamafma, mengatakan perubahan nama tersebut tidak menghapus sejarah panjang STIH Manokwari yang telah menjadi bagian penting dalam dunia pendidikan hukum di Papua Barat.
“Sudah ada perubahan nama, tetapi kita tetap harus mengingat STIH. Kini kita memasuki masa baru,” ujarnya.

Menurut Filep, nama institut dipilih berdasarkan hasil pemikiran yayasan bersama seluruh sivitas akademika sebagai arah baru pengembangan perguruan tinggi di masa depan.
Ia menjelaskan, Institut Ilmu Hukum dan Teknologi Pembangunan Papua secara resmi disepakati sebagai Dies Natalis institut pada 14 Juni. Adapun Program Studi Ilmu Hukum tetap mempertahankan tanggal lahirnya pada 17 Februari.

“Semoga institut ini terus menjadi berkat bagi masyarakat dan mampu mewujudkan mimpi anak-anak Papua melalui kolaborasi dengan semua pihak,” katanya.
Sementara itu, Gubernur Papua Barat yang diwakili Asisten II Setda Papua Barat, Abdul Latif, menyambut baik perubahan status STIH Manokwari menjadi institut.
Menurutnya, transformasi tersebut merupakan langkah maju dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Papua Barat, khususnya melalui pengembangan disiplin ilmu hukum yang dipadukan dengan teknologi untuk menjawab tantangan pembangunan yang semakin kompleks.
“Pemerintah Provinsi Papua Barat menyadari tantangan ke depan membutuhkan kapasitas sumber daya manusia yang mumpuni. Karena itu, perubahan ini kami sambut dengan sangat baik,” ujarnya.
Ia berharap seluruh sivitas akademika IIHTP terus meningkatkan kualitas dan mutu pendidikan sehingga kampus tersebut menjadi kawah candradimuka dalam mencetak sumber daya manusia yang unggul.
Selain itu, Abdul Latif juga mendorong IIHTP menjadi mitra strategis pemerintah dalam mendukung pembangunan daerah melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Menurutnya, sinergi antara perguruan tinggi dan pemerintah menjadi kunci dalam mewujudkan pembangunan Papua Barat yang berkelanjutan.(LP3/Red)









