MANOKWARI, LinkPapua.id – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Barat menargetkan pembangunan empat Base Transceiver Station (BTS) di Kabupaten Pegunungan Arfak (Pegaf). Infrastruktur tersebut ditujukan untuk mengatasi titik belum terjangkau jaringan telekomunikasi atau blank spot sekaligus mendukung promosi potensi wisata di wilayah pegunungan tersebut.
Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik, dan Persandian (Diskominfo-SP) Papua Barat Frans P Istia mengatakan pembangunan BTS akan dilakukan melalui kolaborasi pemerintah daerah dengan PT Telkom Indonesia. Pemprov Papua Barat akan menyiapkan tower dan perangkat pendukung, sedangkan PT Telkom Indonesia diharapkan menangani teknologi jaringan internet.
“Pembangunan empat BTS di Pegaf dengan tujuan untuk menyediakan layanan internet wilayah tersebut. Kami akan menggandeng PT Telkom Indonesia,” ujar Frans saat ditemui wartawan di Kantor Gubernur Papua Barat, Senin (5/10/2026).
Empat BTS tersebut direncanakan dibangun di Distrik Hink, Minyambouw, Taige, dan Membey. Pembangunan di empat distrik itu diharapkan memperluas jangkauan jaringan internet di Pegaf.
Menurut Frans, skema kolaborasi tersebut dipilih karena pembangunan infrastruktur telekomunikasi di Pegaf tidak mudah. Kondisi geografis pegunungan membuat pemerintah daerah akan menghadapi beban besar jika seluruh kebutuhan pembangunan hingga teknologi jaringan harus ditanggung sendiri.
“Pemerintah mendapat bagian menyiapkan tower dan PT Telkom akan menyiapkan teknologi jaringan internet. Sangat berat kalau seluruhnya dikerjakan dan ditanggung pemerintah daerah, terlebih dari sisi geografis sangat sulit,” jelasnya.
Frans mengatakan pembangunan BTS tidak hanya ditujukan untuk membuka akses komunikasi masyarakat. Infrastruktur tersebut juga diharapkan memperluas akses internet secara permanen di sejumlah wilayah yang masih mengalami keterbatasan jaringan.
Dia menilai penggunaan Starlink saja belum cukup menjadi solusi karena cakupannya terbatas. Karena itu, pembangunan BTS dinilai penting untuk membangun infrastruktur jaringan yang memiliki jangkauan lebih luas di empat distrik tersebut.
Selain membuka akses komunikasi dan informasi, pemerintah membidik sektor pariwisata sebagai salah satu penerima manfaat pembangunan jaringan telekomunikasi. Akses internet dinilai dapat membantu masyarakat dan pelaku wisata memperkenalkan destinasi Pegaf melalui platform digital.
Frans mengatakan masih banyak titik di Papua Barat yang belum terjangkau atau mengalami blank spot jaringan telekomunikasi. Kondisi tersebut membuat pembangunan BTS tetap diperlukan di sejumlah wilayah.
“Titik-titik yang masih belum ada jaringan di Papua Barat masih banyak. Walaupun Yayasan BaKTI telah membangun beberapa BTS, namun cakupannya masih terbatas,” ungkapnya.
Untuk memastikan kesiapan pembangunan, Diskominfo Papua Barat berencana menurunkan tim ke Pegaf pada pekan depan. Tim akan meninjau titik lokasi sekaligus melihat kesiapan lahan untuk pembangunan tower BTS.
“Kami apresiasi kepada masyarakat Pegaf yang menerima dengan baik program pembangunan tower BTS ini dan dengan harapan dapat dijaga dengan baik,” ucapnya. (LP14/red)
