MANOKWARI, LinkPapua.id – Dinas Peternakan, Kesehatan Hewan, dan Perikanan (PKHP) Kabupaten Manokwari, Papua Barat, menggandeng relawan untuk memeriksa kesehatan hewan kurban. Kolaborasi ini menutupi kekurangan personel teknis dinas dalam mengawasi kelayakan daging kurban di lapangan.
“Kami tetap melibatkan relawan dari Unipa dan Polbangtan karena keterbatasan petugas di lapangan,” ujar Plt Kepala Dinas PKHP Manokwari Nikson Karubaba, Selasa (12/5/2026).
Pemeriksaan kesehatan ini menyasar sejumlah masjid dan titik pemotongan di wilayah Manokwari. Sebanyak 115 petugas gabungan disebar untuk memastikan hewan yang akan dikurbankan bebas dari penyakit.
Nikson menjelaskan para relawan mendapatkan pembekalan intensif satu minggu sebelum pelaksanaan pemotongan. Fokus pemeriksaan meliputi tahapan antemortem sebelum hewan dipotong serta postmortem setelah pemotongan.
Petugas memeriksa organ dalam seperti hati dan lambung secara mendalam untuk memastikan bebas dari cacing. Pemeriksaan ini krusial karena sapi di wilayah Manokwari kerap ditemukan memiliki cacing hati.
“Rata-rata sapi di Manokwari ditemukan cacing pada hati. Kalau jumlahnya banyak maka tidak boleh dikonsumsi dan harus dibuang,” ucap Nikson.
Selain kesehatan hewan, dinas memantau fasilitas pemotongan di setiap rumah ibadah. Pengurus masjid wajib menyiapkan sistem pembuangan limbah dan darah yang tertata sesuai standar higiene. (*/red)
