PW Aisyiyah PB Sosialisasi Stunting: Harus Jadi Masalah Bersama

Published on

MANOKWARI, Linkpapua.com – Pengurus Wilayah (PW) Aisyiyah Papua Barat menggelar sosialisasi penanganan stunting di Aula MUI, Manokwari, Rabu (5/1/2022). Stunting menjadi isu nasional karena masih tingginya angka kasus di Tanah Air.

Ketua PW Aisyiyah Papua Barat, Suriyati, mengatakan pihaknya menaruh perhatian besar terhadap masalah stunting. Sebab, kasus ini sangat terkait dengan masa depan generasi.

“Ini harus menjadi masalah bersama. Tanggung jawab bersama. Sebagai organisasi perempuan, tentu kita bermitra dengan semua ormas maupun pemerintah,” jelas Suriyati.

Menurutnya, PW Aisyiyah consern pada banyak isu kemanusiaan. Tak hanya stunting, gizi buruk dan pendidikan juga menjadi bagian dari program rutinnya.

“Meskipun kami organisasi keagamaan, tetapi dalam pelaksanaan kegiatan dan pelayanan tidak membatasi hanya bagi yang muslim saja. Tetapi umum. Selama ini kegiatan yang kita laksanakan sesuai dengan bidang-bidang di dalam organisasi, seperti kesehatan, pendidikan tablig, sosial, dan ekonomi,” paparnya.

Kata Suriyati, stunting harus menjadi perhatian bersama. Sebab, kasus stunting masih cukup tinggi dan dampaknya bagi kemajuan generasi sangat besar.

“Akibat dari stunting ini dampaknya maka generasi ke depan tidak sehat karena secara kebutuhan dasarnya tidak terpenuhi,” ujarnya.

Kepala Dinas Kesehatan Papua Barat, Otto Parorongan, yang juga hadir mengungkapkan persoalan stunting terjadi di seluruh daerah di Indonesia. Termasuk Papua Barat. Karena itu upaya penanggulannya harus simultan.

“Stunting merupakan pertumbuhan yang tidak normal karena kurangnya asupan gizi. Masalah gizi ini merupakan tanggung jawab bersama. Ujung dari stunting adalah gizi buruk. Di seluruh kabupaten di Papua Barat terdapat persoalan gizi buruk ini, terutama di pedalaman,” paparnya.

Dijelaskan Otto, berbagai upaya sudah dilakukan untuk penanganan secara komprehensif. Karena disadari betul oleh pemerintah bahwa gizi buruk ini dampaknya sangat luas. Anak-anak akan terbelakang, baik secara ekonomi maupun sosial.

Otto juga mengungkapkan, tidak hanya soal stunting, Dinas Kesehatan Papua Barat selama ini juga sudah banyak bekerja sama dengan PW Aisyiyah Papua Barat. Salah satunya dalam penanganan penyakit TBC. (LP3/Red)

Latest articles

Bupati Cup 2026 Diikuti 73 Tim, Mugiyono Harap Lahir Atlet Futsal...

0
MANOKWARI, Linkpapua.id – Turnamen Futsal Bupati Cup 2026 di Kabupaten Manokwari diikuti sebanyak 73 tim yang bertanding dalam empat kategori, yakni tingkat Sekolah Dasar...

More like this

Bupati Cup 2026 Diikuti 73 Tim, Mugiyono Harap Lahir Atlet Futsal Berprestasi

MANOKWARI, Linkpapua.id – Turnamen Futsal Bupati Cup 2026 di Kabupaten Manokwari diikuti sebanyak 73...

‎Bank Papua Permudah Kredit Konstruksi bagi Pengusaha OAP

MANOKWARI, LinkPapua.id – Bank Papua mempermudah akses kredit konstruksi bagi pengusaha Orang Asli Papua...

‎Pemprov Papua Barat Gandeng Bank Papua Buka Akses Kredit bagi Pengusaha OAP

MANOKWARI, LinkPapua.id – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Barat menggandeng Bank Papua untuk membuka akses...