TELUK WONDAMA, LinkPapua.id – Anggota DPRP Papua Barat Sarlota Matani menyambangi kelompok wirausaha perempuan di Kabupaten Teluk Wondama saat masa reses. Dalam kunjungan tersebut, Sarlota memberikan bantuan modal usaha kepada pengrajin noken di Kampung Sararti.
“Saya memberikan bantuan modal untuk mendukung usaha yang dijalankan ibu-ibu di Sararti supaya bisa semakin maju,” ujar Sarlota Matani yang akrab disapa Mama Ota di Wasior, Jumat (27/2/2026).

Selain memberikan bantuan modal, Mama Ota juga menerima laporan mengejutkan terkait tingginya angka kematian bayi di wilayah tersebut. Warga setempat mengeluhkan ketiadaan fasilitas kesehatan dan tenaga medis di Kampung Sararti.
“Pak Distrik (Naikere) juga melaporkan bahwa dalam satu minggu ini ada tiga bayi yang lahir meninggal. Jadi masyarakat minta kalau bisa ada pustu (puskesmas pembantu) supaya ada petugas yang bisa melayani masyarakat karena selama ini tidak ada Pustu,“ katanya.
Mama Ota berjanji akan segera mendorong dinas terkait untuk membangun pustu di lokasi tersebut. Dia juga menyoroti kebutuhan mendesak akan ambulans untuk penanganan darurat.
“Dorang (masyarakat) sangat butuh pelayanan medis, kesehatan. Terus mereka juga butuh kendaraan seperti ambulans supaya saat ada kondisi emergency bisa untuk membawa orang ke puskesmas atau ke kota (Wasior),“ ucapnya.
Terkait aspirasi tersebut, Mama Ota memastikan akan segera melaporkannya langsung kepada Bupati Teluk Wondama. Hal ini juga akan menjadi bahasan utama dalam rapat dengar pendapat dengan Dinas Kesehatan Papua Barat.
Selain kesehatan, Mama Ota turut meninjau potensi ekonomi lain di Wondama seperti pengolahan pala dan ikan asin. Bantuan modal usaha juga disalurkan kepada kelompok wirausaha perempuan di Kampung Werianggi dan Kampung Wamesa Tengah. (rex/red)
