26.5 C
Manokwari
Sabtu, Maret 28, 2026
26.5 C
Manokwari

Search for an article

More

    Saksi Kunci Ungkap Ada Oknum Polisi Lain Terlibat Kasus Pengeroyokan Sulfianto

    Published on

    TELUK BINTUNI,LinkPapua.com – Ada yang menarik dari perkembangan kasus pengeroyokan yang dialami Sulfianto Alias, Direktur Perkumpulan Panah Papua. LM, salah satu saksi kunci atas peristiwa itu, mengungkap adanya keterlibatan RIF, oknum polisi lain selain DAS.

    Berdasarkan surat panggilan pemeriksaan yang diterbitkan Polres Teluk Bintuni, LM diperiksa penyidik pada Selasa, 25 Februari 2025.

    “Sudah diperiksa kemarin pagi,” kata Sulfianto Alias kepada media ini, Rabu (26/2/2025).

    Saksi LM memenuhi panggilan penyidik Polresta Teluk Bintuni untuk didengarkan keterangannya sebagai saksi pada kasus dugaan penganiayaan terhadap aktivis Sulfianto Alias yang terjadi pada 20 Desember 2024 di Café Cendrawasih Kalitubi dan kompleks Tanah Merah, Kabupaten Teluk Bintuni.

    Sebelumnya, pada kasus penganiayaan tersebut, terdapat satu oknum polisi berinisasi DAS yang telah ditetapkan sebagai tersangka. Sedangkan satu oknum polisi berinial RIF masih berstatus sebagai saksi.

    Hasil konfrontir oleh penyidik yang dilakukan pada 21 Februari 2025, Sulfianto Alias selaku saksi korban menyebutkan bahwa dirinya sempat dianiaya oleh oknum polisi berinisial RIF ketika dalam perjalanan menuju Tanah Merah.

    Namun oknum polisi RIF memberikan keterangan bahwa dirinya tidak terlibat menganiaya korban. RIF menyampaikan bahwa sempat mengendarai motor membawa korban namun tepat di depan warung lalapan Café Cendrawasih, terjadi pergantian joki sehingga RIF turun dan digantikan oleh tersangka BM.

    Saksi kunci LM yang berada di tempat kejadian perkara, tepatnya di depan warung lalapan Café Cendrawasih memberikan keterangan bahwa sama sekali tidak terdapat motor yang singgah atau berganti joki di depan warung lalapan café cendrawasih.

    “Saya selaku saksi justru berdiri di depan warung lalapan tersebut dan tidak melihat ada motor yang berhenti dan melakukan pergantian joki. Bahkan saya juga memberikan keterangan bahwa saya melihat terdapat motor jenis KLX yang berbonceng tiga yang keluar dari Café Cendrawasih dan arahnya ke tanah merah dan disusul tiga motor dari belakang,” ujar saksi LM.

    Sulfianto Alias selaku korban meminta kepada penyidik Polresta Teluk Bintuni untuk segera menetapkan oknum polisi RIF ini sebagai tersangka.

    “Kesaksian LM saya pikir cukup dan saksi RIF sudah memenuhi unsur dilakukannya tindak pidana. Saya berharap oknum Polisi tersebut segera ditahan sebelum kasus dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Teluk Bintuni,” kata Sulfianto.

    “Saya juga akan berkonsultasi dengan kuasa hukum saya untuk mencoba bertemu Pengawas Penyidikan (Wassidik) Polda Papua Barat berkaitan dengan kejadian ini,” tambahnya.(LP5/Red)

    Latest articles

    Sinergi BPH Migas, DEN dan Pertamina Patra Niaga Pastikan Ketersediaan BBM...

    0
    SORONG, Linkpapua.id- Pertamina Patra Niaga bersama Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) dan Dewan Energi Nasional (DEN) memastikan dan mengecek langsung...

    More like this

    Sinergi BPH Migas, DEN dan Pertamina Patra Niaga Pastikan Ketersediaan BBM di Papua Barat Daya

    SORONG, Linkpapua.id- Pertamina Patra Niaga bersama Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH...

    Gubernur Papua Barat ke Wisudawan UNCRI: Bangunlah Daerahmu!

    MANOKWARI, LinkPapua.id - Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan meminta para lulusan perdana Universitas Caritas...

    9 Tim Siap Tampil di Liga 4 Papua Barat, Dibuka 31 Maret oleh Gubernur

    MANOKWARI, Linkpapua.id- Panitia penyelenggara menggelar Match Coordinator Meeting (MCM) Liga 4 Papua Barat sebagai...
    Exit mobile version