Saksi Kunci Ungkap Ada Oknum Polisi Lain Terlibat Kasus Pengeroyokan Sulfianto

Published on

TELUK BINTUNI,LinkPapua.com – Ada yang menarik dari perkembangan kasus pengeroyokan yang dialami Sulfianto Alias, Direktur Perkumpulan Panah Papua. LM, salah satu saksi kunci atas peristiwa itu, mengungkap adanya keterlibatan RIF, oknum polisi lain selain DAS.

Berdasarkan surat panggilan pemeriksaan yang diterbitkan Polres Teluk Bintuni, LM diperiksa penyidik pada Selasa, 25 Februari 2025.

“Sudah diperiksa kemarin pagi,” kata Sulfianto Alias kepada media ini, Rabu (26/2/2025).

Saksi LM memenuhi panggilan penyidik Polresta Teluk Bintuni untuk didengarkan keterangannya sebagai saksi pada kasus dugaan penganiayaan terhadap aktivis Sulfianto Alias yang terjadi pada 20 Desember 2024 di Café Cendrawasih Kalitubi dan kompleks Tanah Merah, Kabupaten Teluk Bintuni.

Sebelumnya, pada kasus penganiayaan tersebut, terdapat satu oknum polisi berinisasi DAS yang telah ditetapkan sebagai tersangka. Sedangkan satu oknum polisi berinial RIF masih berstatus sebagai saksi.

Hasil konfrontir oleh penyidik yang dilakukan pada 21 Februari 2025, Sulfianto Alias selaku saksi korban menyebutkan bahwa dirinya sempat dianiaya oleh oknum polisi berinisial RIF ketika dalam perjalanan menuju Tanah Merah.

Namun oknum polisi RIF memberikan keterangan bahwa dirinya tidak terlibat menganiaya korban. RIF menyampaikan bahwa sempat mengendarai motor membawa korban namun tepat di depan warung lalapan Café Cendrawasih, terjadi pergantian joki sehingga RIF turun dan digantikan oleh tersangka BM.

Saksi kunci LM yang berada di tempat kejadian perkara, tepatnya di depan warung lalapan Café Cendrawasih memberikan keterangan bahwa sama sekali tidak terdapat motor yang singgah atau berganti joki di depan warung lalapan café cendrawasih.

“Saya selaku saksi justru berdiri di depan warung lalapan tersebut dan tidak melihat ada motor yang berhenti dan melakukan pergantian joki. Bahkan saya juga memberikan keterangan bahwa saya melihat terdapat motor jenis KLX yang berbonceng tiga yang keluar dari Café Cendrawasih dan arahnya ke tanah merah dan disusul tiga motor dari belakang,” ujar saksi LM.

Sulfianto Alias selaku korban meminta kepada penyidik Polresta Teluk Bintuni untuk segera menetapkan oknum polisi RIF ini sebagai tersangka.

“Kesaksian LM saya pikir cukup dan saksi RIF sudah memenuhi unsur dilakukannya tindak pidana. Saya berharap oknum Polisi tersebut segera ditahan sebelum kasus dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Teluk Bintuni,” kata Sulfianto.

“Saya juga akan berkonsultasi dengan kuasa hukum saya untuk mencoba bertemu Pengawas Penyidikan (Wassidik) Polda Papua Barat berkaitan dengan kejadian ini,” tambahnya.(LP5/Red)

Latest articles

SMA Katolik Villanova Gelar SMAKVILL Cup, Wadah Bakat dan Sportivitas Pelajar...

0
MANOKWARI, LinkPapua.id – SMA Katolik Villanova Manokwari menggelar SMAKVILL Cup Basket 2026 sebagai wadah kompetisi dan pengembangan bakat olahraga pelajar di Manokwari, Papua Barat....

More like this

Alumni SMA Negeri 1 Manokwari Gelar Event Futsal, Jadi Wadah Silaturahmi Antarangkatan

MANOKWARI, Linkpapua.id – Alumni SMA Negeri 1 Manokwari kembali menunjukkan kontribusinya bagi almamater dan...

Pemkab Manokwari Luncurkan Pendidikan Gratis, Siapkan Anggaran Rp46 Miliar

MANOKWARI, Linkpapua.id-Pemerintah Kabupaten Manokwari meluncurkan program pendidikan gratis dengan total alokasi anggaran lebih dari...

Monev MUI Pusat, MUI Papua Barat Optimistis Tingkatkan Peringkat

MANOKWARI, Linkpapua.id – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Papua Barat bersiap mengikuti monitoring dan evaluasi...