MANOKWARI, LinkPapua.id – Sekretaris Daerah (Sekda) Papua Barat Ali Baham Temongmere mengingatkan Aparatur Sipil Negara (ASN) lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) menjadikan nilai Al-Qur’an sebagai pedoman dalam menjalankan tugas dan kehidupan sehari-hari. Dia menekankan ajaran Al-Qur’an tidak cukup hanya dibaca dalam kegiatan keagamaan, tetapi harus diwujudkan dalam sikap, perilaku, dan pengabdian kepada masyarakat.
“Al-Qur’an sangat dahsyat. Dikasih ke gunung tidak mampu, dan yang mampu hanya hati orang yang beriman,” ujar Ali Baham saat memberikan arahan dalam pengajian awal bulan Agustus di Kantor Gubernur Papua Barat, Senin (10/8/2026).
Ali Baham mengatakan manusia membutuhkan arah dan pedoman dalam menjalani kehidupan. Menurutnya, nilai yang terkandung dalam Al-Qur’an harus diterjemahkan dalam setiap aktivitas, termasuk saat ASN menjalankan tugas pemerintahan.
“Jalan hidup manusia harus memiliki arah dan pedoman. Seluruh yang ada di dalam Al-Qur’an merupakan pedoman hidup yang jelas untuk menuntun manusia ke arah kebenaran,” katanya.
Dia menilai tantangan dalam memahami Al-Qur’an bukan hanya kemampuan membaca atau melafalkan ayat. Nilai yang terkandung di dalamnya harus diwujudkan melalui sikap, perilaku, tanggung jawab, kejujuran, dan pelayanan kepada masyarakat.
Bagi aparatur pemerintahan, Ali Baham mengingatkan nilai keimanan tidak boleh berhenti dalam kegiatan seremonial. Pengamalan ajaran agama harus terlihat dalam pelaksanaan tugas dan pengabdian kepada masyarakat.
Selain itu, Ali Baham menyinggung peringatan 666 tahun masuknya agama Islam di Kabupaten Fakfak yang diperingati pada 8 Agustus 2026. Dia menyebut perjalanan Islam di tanah Papua merupakan bagian dari sejarah panjang yang membentuk kehidupan masyarakat.
Menurutnya, peringatan 666 tahun tersebut tidak cukup dimaknai sebagai perayaan sejarah. Momentum itu juga dapat menjadi ruang untuk melihat penerapan nilai-nilai agama dalam kehidupan masyarakat saat ini.
Pengajian awal bulan di lingkungan Pemprov Papua Barat diharapkan menjadi ruang refleksi bagi jajaran aparatur. Ali Baham ingin nilai keimanan tidak berhenti pada ucapan dan kegiatan seremonial, tetapi diwujudkan melalui tindakan nyata.
“Al-Qur’an harus hadir dalam cara kita menjalani kehidupan, termasuk dalam menjalankan tanggung jawab dan pengabdian kepada masyarakat,” ucap Ali Baham. (LP14/red)
