MANOKWARI, LinkPapua.id – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Barat menambah anggaran program Papua Cerdas sebesar Rp4 miliar untuk siswa SMA/SMK. Tambahan anggaran itu diberikan karena jumlah siswa Orang Asli Papua (OAP) meningkat.
Penambahan anggaran tersebut dikhususkan untuk kebutuhan siswa SMA/SMK. Alokasi awal sebesar Rp9 miliar dinilai tidak mencukupi untuk kebutuhan seragam dan penghargaan prestasi.
“Rp4 miliar itu adalah Papua Cerdas yang kita khususkan untuk tambah ke SMA karena ternyata jumlah siswa Orang Asli Papua tahun ini meningkat dari tahun sebelumnya. Yang tadinya kita hanya anggarkan Rp9 miliar ternyata itu tidak cukup untuk seragam dan prestasi. Akhirnya kita harus tambah lagi Rp4 miliar,” Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Papua Barat Barnabas Dowansiba, Senin (28/9/2026).
Barnabas mengatakan tambahan anggaran tersebut telah dikoordinasikan dengan Gubernur Papua Barat Dominggus. Gubernur kemudian menyetujui tambahan anggaran untuk jenjang SMA/SMK.
“Kami koordinasi dengan Bapak Gubernur dan Bapak Gubernur sudah berikan itu kepada kami. Kita khususkan kepada SMA/SMK,” ujarnya.
Barnabas mengatakan peningkatan jumlah siswa OAP juga diikuti bertambahnya siswa berprestasi. Total siswa OAP jenjang SMA/SMK di Papua Barat mencapai sekitar 9 ribuan.
“Jadi, jumlah siswa OAP bertambah, tetapi juga siswa berprestasi juga bertambah. Khusus total siswa SMA/SMK OAP di Papua Barat ada sekitar 9 ribuan,” ungkapnya.
Selain menambah anggaran, Pemprov Papua Barat tetap memberikan penghargaan uang tunai bagi siswa berprestasi. Penghargaan tersebut diberikan dengan dua kategori berdasarkan bentuk prestasi yang diraih.
“Terkait prestasi dihargai dengan uang, dan ada dua kategori. Kalau kategori perorangan itu untuk Orang Asli Papua. Sedangkan kalau kelompok itu untuk Papua dan non-Papua,” jelasnya.
Kategori perorangan mencakup prestasi seperti juara kelas dan lomba individu. Sementara penghargaan kategori kelompok diberikan kepada peserta lomba beregu tanpa membedakan OAP dan non-OAP.
“Jadi, kalau kategori perorangan itu misalnya juara di kelas, beda dengan lomba-lomba yang lain yang berkelompok,” terangnya.
Besaran penghargaan untuk siswa berprestasi masih sama seperti tahun sebelumnya. Nilainya mencapai Rp2,6 juta untuk setiap penerima.
“Terkait penghargaan uang masih sama dengan tahun lalu yaitu Rp2,6 juta per orang. Jadi, tujuannya adalah kita memacu mereka agar dapat meningkatkan prestasi. Jadi, ranking di kelas untuk Orang Asli Papua, kita juga berikan penghargaan,” pungkas Barnabas. (LP14/red)
