Soal Keterlambatan Penyaluran Beasiswa, Ini Jawaban Plt. Sekda Bintuni

Published on

BINTUNI, Linkpapuabarat.com- Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Kabupaten Teluk Bintuni mendatangi kantor bupati melakukan aksi demo mempertanyakan keterlambatan penyaluran beasiswa, Rabu (27/1/21).

Kordinator aksi, Fiktor Ogoney mengaku pihaknya bahkan telah menyerahkan data mahasiswa penerima bantuan beasiswa sejak September tahun lalu ke Bagian Kesejahteraan Rakyat Setda Teluk Bintuni. Namun sampai saat ini belum ada realisasi beasiswa yang dimaksud.

Kedatangan mahasiswa diterima Plt Sekda Bintuni, Drs. Frans N Awak didampingi Kadin BPKAD, Herman Kayame. Di hadapan mahasiswa yang berdemo, Frans Awak berjanji akan segera berkoordinasi dengan Bagian Kesra terkait sebab keterlambatan penyaluran bantuan beasiswa bagi mahasiswa yang menempuh bangku kuliah di luar daerah, seperti Manokwari, Jayapura dan Jokjakarta.

” Saya akan segera berkoordinasi dengan Kabag Kesra untuk mencari jalan agar beasiswa segera disalurkan,” kata Sekda.

Soal tutuntan para mahasiswa agar Kabag Kesra diganti, dijawab Sekda dengan mengatakan harus mengikuti prosedur yang berlaku, apalagi saat ini bupati dan wakil bupati sedang berada di luar daerah.

“Pergantian jabatan ada prosesnya, harus tunggu bupati dan wakil bupati di lantik dahulu, setelah itu butuh waktu jeda kurang lebih 6 bulan barulah bupati bisa melakukan pergantian atau roling jabatan di suatu OPD,” tutup plt sekda

Sementara itu Herman Kayame mengatakan bahwa salah satu kendala belum dilakukannya penyaluran beasiswa dikarenakan data mahasiswa yang telah dimasukkan ke bagian Kesra belum lengkap.

” Yang ada hanya daftar nama, kota studi, besarnya bantuan dan nomor rekening penerima bantuan. Data pelengkap lainnya belum dimasukkan seperti Kartu Mahasiswa, Kartu Keluarga dan Surat Keterangan Aktif Kuliah,” kilah Herman Kayame.

Dirinya membeberkan sesuai data yang masuk ke bagian Keuangan, sekitar 500 lebih mahasiswa telah menerima bantuan beasiswa tahap pertama. Sementara untuk realisasi tahap dua sebesar kurang lebih 8 miliar akan direalisasikan dalam waktu dekat.

“Keterlambatan penyaluran beasiswa juga dikarenakan sistem keuangan kita sudah berubah tahun ini, jika dulu kita masih gunakan SIMDA, tahun ini beralih ke Sistem Informasi Pemerintah Daerah (SIPD). Kami sedang melakukan input ke sistem yang baru dimana semua bantuan akan dikembalikan ke tupoksi masing-masing bagian,” jelas Herman Kayame sekaligus menampik isu kas kosong yang beredar di kalangan ASN

“Itu semua tidak benar, anggarannya masih ada, karena masuk di tahun anggaran baru jadi tidak bisa dikeluarkan begitu saja,” pungkas Herman. (LPB5/red)

Latest articles

Indonesia Terima Pengembalian 8 Artefak Papua dari AS, Tengkorak Manusia Berukir-Kapak...

0
JAKARTA, LinkPapua.id – Kementerian Kebudayaan (Kemenbud) menerima pemulangan delapan artefak budaya asal Papua dari Amerika Serikat (AS) sebagai bagian dari repatriasi benda cagar budaya...

More like this

Bupati Teluk Bintuni Raih Penghargaan IPSEA 2026 di Bali Berkat Hilirisasi Industri Inklusif

BALI, LinkPapua.id – Bupati Teluk Bintuni Yohanis Manibuy meraih penghargaan Indonesia Popular Leadership and...

IPSEA 2026 Anugerahkan Yohanis Manibuy Penghargaan Pemimpin Daerah Terbaik dari Indonesia Timur

MANOKWARI, Linkpapua.id-Kinerja Bupati Teluk Bintuni, Yohanis Manibuy,S.E.,M.H., sebagai kepala daerah perlahan namun pasti, secara...

Teluk Bintuni Resmi Terima Piala Juara Umum-Bergilir Pesparani, Pemkab Siap Jaga Prestasi

TELUK BINTUNI, LinkPapua.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Teluk Bintuni resmi menerima piala juara umum...