MANOKWARI, Linkpapua.id – Sekolah Tinggi Ilmu Hukum (STIH) Manokwari resmi bertransformasi menjadi Institut Ilmu Hukum dan Teknologi Pembangunan Papua (IHTP). Perubahan kelembagaan tersebut ditandai dalam Rapat Senat Terbuka pads Selasa (21/7/2026) yang dirangkaikan dengan pelantikan Filep Wamafma sebagai Rektor IHTP periode 2026–2030.
Dalam sambutannya, Rektor IHTP Filep Wamafma mengajak seluruh civitas akademika untuk memaknau proses panjang perubahan status dan fokus membangun masa depan institusi sebagai perguruan tinggi yang lebih maju.
“Mulai hari ini kita tidak lagi berbicara tentang proses panjang perubahan, tetapi melangkah bersama membangun IHTP. Sejak tahun 2003 saya merasa terpanggil untuk mengabdi dan memperjuangkan pendidikan bermutu di Tanah Papua,” ujar Filep.
Ia berharap perubahan status tersebut menjadi kebanggaan bagi seluruh alumni STIH Manokwari. Menurutnya, seluruh elemen kampus harus bersatu untuk meningkatkan kualitas pendidikan sehingga mampu melahirkan lulusan yang berdaya saing.

“Besok kita sudah menjadi IHTP. Alumni STIH harus bangga dengan almamaternya. Mari bersatu membangun pendidikan di Tanah Papua,” katanya.
Sementara itu, Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah XIV Papua dan Papua Barat, Suriel Mofu, menyebut perubahan STIH menjadi IHTP sebagai tonggak sejarah baru bagi dunia pendidikan tinggi di Tanah Papua.
Menurutnya, perubahan tersebut juga diikuti dengan pembukaan program studi baru yang akan memperkuat pengembangan akademik di institusi tersebut.
“Ini merupakan sejarah besar karena STIH berubah menjadi IHTP dengan program studi baru. Saat ini sekitar 90 persen perguruan tinggi di Tanah Papua telah terakreditasi. Ini menjadi kebanggaan karena menunjukkan perguruan tinggi kita telah memenuhi standar mutu pendidikan,” ujarnya.
Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan dalam sambutannya mengatakan transformasi STIH menjadi institut merupakan langkah strategis dalam menjawab perkembangan zaman, khususnya dalam pengembangan ilmu hukum dan peningkatan kualitas sumber daya manusia di Tanah Papua.
Ia menegaskan amanah yang diberikan kepada pimpinan baru harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab agar IHTP mampu menjadi institusi pendidikan yang melahirkan lulusan berkualitas dan berintegritas.
“Perubahan dari sekolah tinggi menjadi institut bukan akhir dari perjuangan, tetapi awal dari perjalanan baru. IHTP harus mampu menghadirkan inovasi, menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi tinggi, berintegritas, menjunjung nilai kejujuran, serta mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan Tanah Papua,” kata Gubernur.
Dengan perubahan status tersebut, IHTP diharapkan menjadi salah satu perguruan tinggi yang berperan penting dalam mencetak sumber daya manusia unggul sekaligus mendukung visi pembangunan pendidikan di Papua Barat dan Tanah Papua secara umum.(LP3/Red)
