MANSEL, LinkPapua.id – Bupati Manokwari Selatan (Mansel) Bernard Mandacan memerintahkan seluruh pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) menyelaraskan rencana kerja dengan visi-misi RPJMD 2025-2029. Langkah ini bertujuan agar pembangunan daerah menjawab isu strategis dan tantangan masyarakat secara tepat sasaran.
“Penyusunan RKPD Tahun 2027 diharapkan harus lebih cermat dan terintegratif serta mampu menjawab permasalahan, tantangan dihadapi pemerintah daerah dan masyarakat manokwari selatan secara terukur, transparan dan tepat sasaran,” ujar Bernard saat membuka Forum RKPD di Gedung Serbaguna Petrus Abreso, Rabu (22/4/2026).
Kegiatan ini dihadiri Wakil Bupati Mesakh Inyomusi, jajaran Setda, dan DPRK. Para pimpinan perangkat daerah, kepala puskesmas, hingga kepala distrik dari enam distrik turut menghadiri agenda strategis ini.
Bernard menyebut forum konsultasi publik ini menjadi tahapan dalam menyusun rancangan awal RKPD Mansel. Pemerintah daerah menggunakan momen ini untuk mengomunikasikan serta mengoordinasikan rencana pembangunan lintas sektor.
“Proses penyusunan RKPD tahun 2027 ini saya mengimbau kepada semua pimpinan dan aparatur perangkat daerah serta seluruh stakeholder untuk berpikir terbuka, terintegratif, dan inovatif,” tutur Bernard.
Dia menekankan pentingnya mengintegrasikan program nasional dari pemerintah pusat maupun program pemerintah provinsi ke dalam rencana daerah. Bernard menginginkan penyelenggaraan pembangunan tahun 2027 tetap akuntabel meski daerah menghadapi efisiensi anggaran.
“Untuk itu, dalam penyusunan RKPD ini harus mampu mengintegrasikan pembangunan lintas sektor secara terukur. Begitu diharapkan penyelenggaraan pembangunan pada tahun 2027 akan lebih baik, terarah, terukur, dan akuntabel dengan ketersediaan anggaran yang ada walaupun anggaran kecil karena adanya pemotongan dan efesiensi anggaran dari pemerintah pusat,” tegasnya.
Ketua panitia pelaksana Jemi Inden forum ini untuk menjamin program kegiatan pemerintah berangkat dari kebutuhan riil masyarakat. Selain itu, memastikan adanya penyelarasan antara program kerja dengan visi-misi kepala daerah.
“Forum ini dilaksanakan untuk memastikan program kegiatan disusun berdasarkan kebutuhan rill masyarakat dan penyelarasan dengan visi-misi kepala daerah,” paparnya.
Kepala Bapelitbang Mansel Christofol R Mandacan menguraikan poin penting forum ini adalah menjaring masukan dari pimpinan OPD dan Dewan terkait pokok-pokok pikiran (pokir). Pihaknya segera menggerakkan tim untuk merangkum seluruh dokumen data hasil rapat kerja tersebut.
“Setelah rapat ini nanti tim sudah ada mereka sudah bisa menyiapkan dokumen data yang ada untuk mereka rangkum,” ucap Christofol.
Christofol berupaya membawa perubahan pada tahapan perencanaan agar berjalan sesuai dengan rambu-rambu yang berlaku. Dia mengakui masih ada beberapa hal yang memerlukan pembenahan, terutama terkait dokumen dan ketersediaan data.
“Untuk tahapan selama ini sudah bagus, tetapi ada beberapa perlu dibenahi karena tahapan ini juga membuat sehingga ada efesiensi keuangan dan sebagainya terutama dari sisi dokumen dan data banyak yang harus kita siapkan. Misalnya sisi dokumen RPJMD belum selesai karena renstra harus dibahas terlebih dahulu untuk dimasukkan di wali data,” jelasnya.
Dia memaparkan progres rencana tata ruang (RT/RW) yang kini sudah mencapai tahap keputusan. Christofol pun meminta dukungan penuh dari seluruh pimpinan OPD agar perencanaan ke depan berjalan maksimal.
“Biarpun kitong mau membuat barang ini bagus, tetapi kalau teman-teman dari pimpinan OPD tidak mendukung tetap tidak berjalan dengan baik sehingga diharapkan dukungan dari semua OPD kalau ingin memperbaiki perencanaan ke depan lebih baik lagi,” terangnya. (*/red)
