Tanpa Biaya RS, Pasien Asma di Manokwari Andalkan JKN Setahun

Published on

MANOKWARI, LinkPapua.id – Nita Ndaomanu (39), seorang warga Manokwari, Papua Barat, mengandalkan penuh program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) untuk mengobati penyakit asma kronis yang dia derita. Peserta kategori Penerima Bantuan Iuran (PBI) dari pemerintah daerah ini mengakses seluruh layanan kesehatan tanpa mengeluarkan biaya rumah sakit (RS) sedikit pun.

“Dalam kurun waktu satu tahun, saya bisa beberapa kali melakukan pemeriksaan dengan penjaminan JKN. Saat asma kambuh, saya tidak perlu lagi mengeluarkan biaya karena semuanya sudah dijamin,” ujar Nita, Minggu (26/4/2026).

Nita menceritakan gejala asma yang dia alami kerap memicu nyeri dada hingga gangguan pernapasan hebat. Dia menggunakan inhaler sebagai langkah penanganan awal sebelum memutuskan pergi ke fasilitas kesehatan.

“Kalau gejala muncul dan tidak membaik, saya langsung ke fasilitas kesehatan sampai mendapatkan rujukan ke rumah sakit,” katanya.

Ibu rumah tangga ini mengikuti seluruh prosedur sistem rujukan berjenjang dari Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) hingga rumah sakit. Dia memuji proses administrasi yang berjalan sangat cepat serta memudahkan pasien saat kondisi darurat.

“Saat di IGD, saya hanya menunjukkan KTP dan langsung ditangani dokter. Tidak lama kemudian saya diarahkan ke ruang rawat inap. Pelayanannya juga sangat baik,” tuturnya.

Tim medis memberikan terapi nebulizer untuk melapangkan saluran pernapasan Nita selama menjalani masa perawatan di rumah sakit. Alat tersebut mengubah obat cair menjadi uap sehingga pasien lebih mudah menghirupnya.

Nita mengakui biaya pengobatan asma sangat mahal jika dia harus membayar secara mandiri. Kehadiran Program JKN kelolaan BPJS Kesehatan ini menjadi solusi nyata yang meringankan beban ekonomi keluarganya.

“Sekarang saya tidak lagi khawatir soal biaya rumah sakit. Semua sudah dijamin. Saya juga jadi rutin memeriksakan kesehatan,” ucapnya.

Dia juga berharap seluruh lapisan masyarakat mulai menyadari pentingnya kepesertaan JKN demi jaminan kesehatan masa depan. Program ini terbukti memberikan akses layanan kesehatan yang merata, terutama bagi pasien penyakit kronis. (LP14/red)

Latest articles

Disdik-Orang Tua Siswa Gelar Mediasi Buntut Konflik di SMA Taruna Manokwari

0
MANOKWARI, LinkPapua.id - Dinas Pendidikan (Disdik) Papua Barat memfasilitasi pertemuan mediasi dengan orang tua siswa SMA Taruna Kasuari Nusantara (TKN) menyusul konflik internal di...

More like this

Bupati Manokwari Dorong Peningkatan Kinerja dan Kemandirian Fiskal di Momen Hari Otda

MANOKWARI, Linkpapua.id-Bupati Manokwari Hermus Indou menegaskan bahwa momentum peringatan Hari Otonomi Daerah (Otda) harus...

Pemkab Manokwari Peringati Hari Otonomi Daerah ke-30, Tekankan Sinkronisasi Program Pusat dan Daerah

MANOKWARI, Linkpapua.id-Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Manokwari menggelar upacara peringatan Hari Otonomi Daerah (Otda) ke-XXX pada...

Wabup Joko Pimpin Upacara Otda di Bintuni, Tekankan Visi Astacita Prabowo

TELUK BINTUNI, LinkPapua.id - Wakil Bupati (Wabup) Teluk Bintuni Joko Lingara memimpin upacara peringatan...