TELUK WONDAMA, LinkPapua.id – Warga di Kabupaten Teluk Wondama mengeluhkan minimnya durasi nyala listrik yang hanya menyentuh enam jam dalam sehari. Persoalan krisis energi ini menjadi yang disampaikan masyarakat saat bertemu legislator DPRP Papua Barat Samuel Agung Patadungan dalam agenda reses.
“Di kampung kami listrik menyala hanya enam jam. Kami harapkan dewan bisa bantu agar layanan listrik bisa kami nikmati sepanjang hari,” ujar Ketua Baperkam Samuel Mambor di hadapan Samuel Agung, Jumat (27/2/2026).
Mambor mengungkapkan keterbatasan akses listrik sangat melumpuhkan aktivitas ekonomi warga di Kampung Ambumi, Sirisei, dan Yerenusi. Dia meminta agar pemerintah segera melakukan intervensi agar warga di pelosok Wondama bisa menikmati hak energi yang layak.
“Kami masyarakat mayoritas bermatapencaharian sebagai nelayan, olehnya bantuan perahu sangat bermanfaat bagi kami,” kata warga lainnya, Kilian Samberi.
Selain masalah listrik, penyediaan perahu bermesin atau jonson menjadi kebutuhan mendesak bagi para nelayan setempat. Masyarakat berharap bantuan alat transportasi laut tersebut dapat mendongkrak produktivitas dan hasil tangkapan mereka.
Warga juga mengeluhkan minimnya fasilitas kesehatan dan transportasi darurat yang seringkali mengancam keselamatan pasien. Kondisi ini diperparah dengan persoalan abrasi pantai yang mengharuskan adanya pembangunan talud penahan segera.
Samuel Agung menyatakan komitmennya untuk membawa seluruh aspirasi tersebut ke dalam agenda sidang paripurna dewan. Dia menegaskan bahwa krisis listrik dan penguatan sarana kesehatan akan menjadi atensi prioritas bagi dirinya. (LP14/red)
