Waterpauw Raker Bersama Bupati Se-Papua Barat, Sinergi Penanganan Stunting dan Kemiskinan Ekstrem

Published on

MANOKWARI, LinkPapua.com – Penjabat (Pj) Gubernur Papua Barat, Paulus Waterpauw, melaksanakan rapat kerja (raker) bersama seluruh bupati se-Papua Barat, Selasa (25/7/2023). Raker ini untuk koordinasi teknis persiapan pelaksanaan pemilu, upaya penanganan stunting, dan kemiskinan ekstrem.

Waterpauw menyatakan raker ini menjadi momentum penting memperkuat kerja sama dan sinkronisasi program di tiap kabupaten, sebagai dukungan terhadap program nasional 2023 dan 2024, terutama terkait penanganan stunting dan kemiskinan ekstrem, serta persiapan pemilu.

“Raker ini menjadi cara mendapatkan informasi penurunan stunting dan kemiskinan ekstrem yang tersebar di tujuh kabupaten,” ujar Waterpauw.

Ia berharap kepala daerah dapat berperan proaktif dalam membangun konsolidasi yang kuat guna menekan angka stunting dan kemiskinan ekstrem di Bumi Kasuari.

Tidak hanya itu, dalam raker ini dibahas pula strategi penting untuk menyinergikan program nasional dalam menangani stunting dan kemiskinan ekstrem.

“Ini momennya kita evaluasi. Kita duduk dan berbicara, khususnya stunting dan kemiskinan ekstrem di Papua barat,” tambahnya.

Menurut data, angka stunting di Papua Barat mencapai 30 persen secara nasional pada 2022 mengalami peningkatan 3,8 persen dibandingkan tahun sebelumnya, yaitu 26,2 persen pada 2021.

Beberapa kabupaten di antaranya mengalami peningkatan angka stunting, yakni Kabupaten Pegunungan Arfak (Pegaf), Manokwari, Kaimana, dan Fakfak, sedangkan tiga kabupaten lainnya, yakni Manokwari Selatan (Mansel), Teluk Wondama, dan Teluk Bintuni, mengalami penurunan.

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Barat telah membentuk satuan tugas (satgas) penanganan stunting yang sejauh ini hasilnya positif. Program anak asuh yang diinisiasi Waterpauw juga berhasil membantu sejumlah anak keluar dari status stunting.

“Saya sudah dapat kabar dari 80 anak asuh saya, di (Teluk) Bintuni 4 anak bebas stunting dan di Mansel ada 6 anak bebas stunting,” ungkap Waterpauw.

Tak hanya itu, Papua Barat juga menginisiasi sebuah website, yaitu e-Keriting, yang bertujuan menyajikan informasi perkembangan terkini tentang stunting di wilayah Papua Barat. Website tersebut diresmikan pada raker ini. (LP9/Red)

Latest articles

Jelang Pesparani IV Papua Barat, LP3KD Cek Kesiapan Panitia hingga Kedatangan...

0
MANOKWARI, LinkPapua.id – Lembaga Pembinaan dan Pengembangan Pesparani Katolik Daerah (LP3KD) Papua Barat mematangkan persiapan Pesparani Katolik IV Papua Barat yang akan digelar di...

More like this

Jelang Pesparani IV Papua Barat, LP3KD Cek Kesiapan Panitia hingga Kedatangan Tamu

MANOKWARI, LinkPapua.id – Lembaga Pembinaan dan Pengembangan Pesparani Katolik Daerah (LP3KD) Papua Barat mematangkan...

Percepat Pembangunan, Pemkab Teluk Bintuni Fokus Buka Akses Jalan Wilayah Moskona

MANOKWARI, Linkpapua.id-Pemerintah Kabupaten Teluk Bintuni, dibawah kepimpinan Bupati Yohanis Manibuy menegaskan komitmennya untuk mempercepat...

Pemaparan Ketua LPPD Sulteng hingga Terpilih Jadi Tuan Rumah Pesparawi Nasional XV 2029

MANOKWARI, LinkPapua.id – Sulawesi Tengah (Sulteng) resmi terpilih menjadi tuan rumah Pesta Paduan Suara...