1.923 Titik Panas Terdeteksi di Papua Tengah, Terbanyak di Nabire

Published on

NABIRE, LinkPapua.id – Sebanyak 1.923 titik panas terdeteksi di Papua Tengah dalam pemantauan BMKG, dengan Kabupaten Nabire menyumbang 1.069 titik. Kondisi ini terjadi saat curah hujan di Nabire berada pada level sangat rendah dan sumber air ikut menurun.

“Kondisi saat ini, kita bisa lihat bahwa curah hujan sangat rendah. Sumber air khususnya di wilayah Kabupaten Nabire sangat rendah sehingga potensi kebakaran sangat mudah terjadi manakala terpicu oleh api,” kata Kepala BMKG Nabire Husain Kamadi dikutip Antara, Senin (23/8/2026).

Baca juga:  ‎Derek Ampnir Dorong Pelibatan Kepala Suku Tangani Karhutla di Papua Barat

Hotspot tersebut terpantau pada periode 10-22 Agustus 2026. BMKG mengklasifikasikan 273 titik dengan tingkat kepercayaan rendah, 1.537 titik kategori sedang, dan 113 titik kategori tinggi.

Husain mengatakan kondisi kering terpantau dalam analisis curah hujan selama tiga dasarian terakhir. Minimnya hujan turut mengurangi ketersediaan air di wilayah Nabire.

Kondisi lahan yang kering membuat vegetasi lebih mudah terbakar. BMKG meminta masyarakat segera melapor kepada BPBD atau instansi terkait jika menemukan api di lingkungan sekitar.

Baca juga:  TNI Resmikan Hitadipa Intan Jaya Jadi Kampung Papua Damai

Warga juga diminta tidak membuang puntung rokok sembarangan. Lahan dan semak yang mengering dapat menjadi lokasi yang mudah terbakar.

Selain ancaman kebakaran, keberadaan hotspot turut dikhawatirkan mempengaruhi udara di Nabire. BMKG Papua Tengah saat ini belum memiliki stasiun Global Atmosphere Watch (GAW) sehingga kualitas udara belum dapat diukur secara langsung melalui stasiun tersebut.

“Kalau kita lihat secara visual, kondisi saat ini kualitas udaranya sudah sangat menurun. Dengan adanya titik panas, ini menjadi sumber asap di Nabire,” ujar Husain.

Baca juga:  Tatap Muka Kodim dan Wartawan, Komitmen Bangun Komunikasi Positif di Sorong

Asap dan debu yang berada di udara dapat bertahan lebih lama ketika hujan belum turun. Partikel tersebut juga dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan, termasuk infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).

“Selama tidak ada hujan di wilayah Kabupaten Nabire, asap akan selalu bertahan. Partikel-partikel udara ini akan terus bertahan di atmosfer,” ucapnya.

BMKG mengimbau masyarakat tidak menunggu api membesar untuk melapor. Setiap temuan titik api diminta segera disampaikan kepada petugas agar penanganan bisa dilakukan lebih awal. (*/red)

Latest articles

Mengatasi Defisit Listrik di Manokwari, PLN Siapkan Tambahan Pasokan 10 MW

0
MANOKWARI, Linkpapua.id-Sistem kelistrikan di Kabupaten Manokwari saat ini mengalami defisit daya. Untuk mengatasi kondisi tersebut, PLN menyiapkan pembangkit sewa dengan kapasitas 10 megawatt (MW)...

More like this

Pansus Papua DPD RI Bakal Kunjungi Maybrat-Timika Bahas Penyelesaikan Konflik

JAKARTA, LinkPapua.id - Panitia Khusus (Pansus) Papua DPD RI bakal mengunjungi Maybrat, Papua Barat...

Menko Pangan Zulhas: Pembangunan-Pemerataan Papua Libatkan Masyarakat Adat

SORONG, LinkPapua.id – Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) meminta pembangunan di...

Gempa Magnitudo 5,5 Guncang Jayapura Papua, Tak Berpotensi Tsunami

JAYAPURA, LinkPapua.id – Gempa bumi berkekuatan magnitudo (M) 5,5 mengguncang wilayah Kabupaten Jayapura, Papua....