Satgas : ASN terus waspadai COVID-19

Published on

Manokwari-Aparatur Sipil Negara (ASN) di Provinsi Papua Barat diingatkan terus waspada terhadap penularan pandemi virus corona

Juru bicara Satuan Tugas percepatan penanganan COVID-19 Papua Barat Arnoldus Tiniap, Rabu (2/9), menyebutkan jumlah ASN yang terpapar COVID-19 semakin banyak. Angkanya dipastikan terus meningkat jika ASN lengah.

Arnold mengungkapkan, ASN yang terkonfirmasi positif khusus di Manokwari jumlahnya sudah belasan orang. Mereka bekerja di instansi pemerintah daerah maupun vertikal diantaranya Badan Pertanahan Nasional/Kementerian Agraria dan Tata Ruang (ATR).

“Saat ini OPD (organisasi perangkat daerah) terlihat mulai melakukan kegiatan yang mengumpulkan orang. Kemudian jumlah ASN yang masuk kerja pun sudah semakin banyak, padahal awalnya kita lakukan pembatasan,” ucap Arnold.

Baca juga:  Kadis Ketahanan Pangan PB Beberkan Imbas Peralihan Anggaran: 4 Rumah Inovasi Gagal

Dia berharap protokol kesehatan diterapkan secara ketat baik di kantor maupun saat kegiatan di luar kantor.

“Jadi bukan saja masyarakat umum atau swasta, kita pun sebagai ASN harus waspada, karena virus ini menyerang manusia tanpa mengenal profesi. Mau ASN kah, TNI kah, polisi kah kita semua bisa terpapar,” katanya lagi.

Baca juga:  Waterpauw - MRPB Sepakat Saling Mendukung Dalam Pemerintahan

Dari laporan Satgas COVID-19 kanupaten/kota, Tiniap mengatakan bahwa angka penularan di daerah ini sudah jauh lebih tinggi. Sejumlah daerah yang semula berada di zona hijau saat ini sudah terpapar.

“Semua pihak harus waspada, termasuk maskapai penerbangan udara. Saya lihat saat ini sudah tidak ada pengaturan jarak tempat duduk di pesawat, padahal potensi penularan di dalam pesawat sangat tinggi karena sirkulasi udaranya tertutup,” sebut Arnold.

Data kasus COVID-19 di Provinsi Papua Barat per-2 September 2020 tercatat sebanyak 836 orang. Dari jumlah itu 598 diantaranya berhasil sembuh, 15 meninggal dunia dan sisanya masih dalam perawatan.

Baca juga:  Satu Suara di Muskomda, Konsolidasi Pemuda Katolik Papua Barat Dipuji Pusat

Di provinsi tersebut saat ini terdapat sembilan daerah berada pada zona merah dan empat zona hijau. Kota Sorong memiliki jumlah kasus positif COVID-19 paling tinggi.

“Cuma Tambrauw dan Pegunungan Arfak yang belum melaporkan temuan kasus positif. Dua kabupaten ini masih hijau sampai sekarang. Kaimana dan Raja Ampat setelah berada di zona merah, berhasil kembali ke zona hijau,” katanya. (LPB1/red)

Latest articles

Insinerator Belum Berizin, RSUP Papua Barat Masih Kirim Limbah Medis ke...

0
MANOKWARI, LinkPapua.id – Rumah Sakit Umum Provinsi (RSUP) Papua Barat masih mengirim limbah medis ke perusahaan pengelola di Bekasi, Jawa Barat, karena insinerator milik...

More like this

Insinerator Belum Berizin, RSUP Papua Barat Masih Kirim Limbah Medis ke Luar Daerah

MANOKWARI, LinkPapua.id – Rumah Sakit Umum Provinsi (RSUP) Papua Barat masih mengirim limbah medis...

Tinggal 2 Bulan, Sekda Papua Barat Ingatkan OPD Tak Tumpuk Kerjaan

MANOKWARI, LinkPapua.id – Sekretaris Daerah (Sekda) Papua Barat Ali Baham Temongmere meminta seluruh organisasi...

Permendagri 17/2026 Jadi Rujukan Anggaran Papua Barat, Sekda Buka Ruang Konsultasi

MANOKWARI, LinkPapua.id – Sekretaris Daerah (Sekda) Papua Barat Ali Baham Temongmere meminta seluruh pihak...