Pelatihan TLI bagi Nakes Puskesmas dan TNI-Polri, Ini Pesan Bupati Teluk Bintuni

Published on

BINTUNI, Linkpapua.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Teluk Bintuni melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) menggelar pelatihan test lacak isolasi (TLI) bagi tenaga tracer TNI-Polri dan 24 puskesmas se-Teluk Bintuni.

Kegiatan yang diikuti 144 peserta ini berlangsung di Aula Women and Child Center, Rabu (8/9/2021). Rinciannya, 96 orang tenaga kesehatan (nakes) terdiri atas dokter umum, perawat, analis, dan surveilans dari 24 puskesmas, 24 orang dari TNI, dan 24 orang dari Polri. Seluruh peserta akan mengikuti pelatihan hingga Kamis (9/9/2021) besok.

Kepala Dinkes Teluk Bintuni, Frangki Mobilala, selaku ketua panitia pelaksana kegiatan mengatakan, tujuan pelatihan ini untuk meningkatkan kapasitas nakes dalam pemeriksaan Covid-19, pelacakan kontak erat, dan petugas yang bertugas dalam mengawasi karantina kasus Covid-19 di fasilitas khusus maupun mandiri. Selain itu, untuk meningkatkan kapasitas tenaga lintas sektor terkait yang mendukung dalam kegiatan pelacakan kontak erat.

Baca juga:  Bupati Teluk Bintuni Kutuk Penyerangan di Moskona, Minta Aparat Segera Tangkap Pelaku

Narasumber pada kegiatan ini dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Dinkes Papua Barat, serta dokter spesialis paru dan spesialis patologi klinik Teluk Bintuni. Metode pelatihan diselenggarakan dengan tatap muka dengan proporsi kegiatan 60 persen teori dan 40 persen praktik.

Bupati Teluk Bintuni, Petrus Kasihiw, yang membuka kegiatan ini dalam sambutannya menyampaikan, Covid-19 telah menjadi bencana nasional yang dampaknya dapat dirasakan hingga ke Teluk Bintuni.

Hampir satu setengah tahun Covid-19 melanda Indonesia, tetapi pengendaliannya hingga saat ini masih sangat sulit dilakukan. Bahkan saat ini telah muncul varian-varian baru.

Untuk di kabupaten memiliki jumlah penduduk keempat di Papua Barat, total kasus konfirmasi di Teluk Bintuni per 5 September 2021 sebanyak 1.829 dengan kesembuhan 1.731 (94,6 persen) dan kematian 33 orang (1,8 persen).

Baca juga:  Simulasi Sispamkota, Kapolres Teluk Bintuni: Pastikan Keamanan Pemilu 2024

Kasihiw mengingatkan, walaupun kasus Covid-19 cenderung menurun di Teluk Bintuni, seluruh elemen tidak boleh lengah. “Dituntut kewaspadaan tinggi khususnya terhadap 65 kasus aktif yang ada pada saat ini. Dikarenakan kasus tersebut merupakan sumber penularan utama saat ini,” ucap Bupati menekankan.

Kasihiw melanjutkan, dalam pengendalian pandemi ini ada tiga strategi yang saling bersinergi yaitu. Yakni, 3M (memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan pakai sabun), lalu 3T (testing, tracing, dan treatment) yang selanjutnya disebut tes lacak dan isolasi atau TLI. Kemudian vaksinasi sebagai upaya spesifik melawan covid-19.
Keberhasilan strategi 3M, kata dia, merupakan tanggung jawab masyarakat, sementara 3T (atau TLI) dan vaksinasi menjadi tanggung jawab pemerintah.

Kasihiw pun menekankan agar penanganan Covid-19 mesti terukur. “Saya ingatkan kepada seluruh peserta pelatihan agar apa yang telah dikerjakan wajib dilaporkan ke dalam sistem pelaporan yang berlaku sebagai bukti pertanggungjawaban kepada pimpinan,” pesan Bupati.

Baca juga:  Bintuni Hanya Dapat 22% DBH Migas, DPR PB Jemput Aspirasi Daerah

Kasihiw juga berharap pada akhir Desember 2021, 70 persen penduduk Teluk Bintuni atau sekitar 62.074 orang sasaran telah mendapat 2 dosis suntikan vaksin Covid-19. Saat ini baru 7.368 atau sekitar 11,9 persen sasaran yang telah menyelesaikan dosis kedua.

“Masih tersisa empat bulan lagi untuk kita menyelesaikan tugas tersebut. Perlu strategi tepat untuk mendapatkan dukungan masyarakat, khususnya dalam menumbuhkan kepercayaan masyarakat terhadap vaksin,” tutur Kasihiw.

“Semoga Tuhan Yang Maha Kuasa memberkati upaya dan kerja keras kita. Untuk mengembalikan kehidupan yang normal seperti dulu dengan berjuang bersama menghentikan transmisi Covid-19,” imbuhnya. (LP5/Red)

Latest articles

Papua Barat Terima Penyaluran Rp1,019 Triliun DBH Migas Otsus hingga Mei...

0
MANOKWARI, LinkPapua.id – Provinsi Papua Barat menerima penyaluran tambahan dana bagi hasil minyak dan gas bumi otonomi khusus (DBH Migas Otsus) sebesar Rp1,019 triliun....

More like this

BP3OKP Papua Barat: 17 Tahun LNG Tangguh Beroperasi, Suku Sebyar Masih Hadapi Kemiskinan

MANOKWARI, LinkPapua.id – Anggota Badan Pengarah Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua (BP3OKP) Papua Barat...

Wakapolres-Kasat Reskrim Polres Bintuni Resmi Berganti, Kapolres Minta Segera Adaptasi

TELUK BINTUNI, LinkPapua.id – Polres Teluk Bintuni, Papua Barat, melakukan pergantian jabatan Wakapolres dan...

Kajati Papua Barat Kunjungi Teluk Bintuni, Bangun Komunikasi dengan Pemda-Forkopimda

TELUK BINTUNI, LinkPapua.id – Kepala Kejaksaan Tinggi Kajati (Kajati) Papua Barat I Putu Gede...