KSAD Jenderal Maruli Sebut KKB di Papua Pegunungan Resah Akibat Dikejar Aparat

Published on

JAKARTA, LinkPapua.id – KSAD Jenderal TNI Maruli Simanjuntak menilai kelompok kriminal bersenjata di Papua Pegunungan mulai resah akibat intensifnya pengejaran aparat keamanan. Menurutnya, kondisi tersebut membuat kelompok bersenjata menyasar warga sipil.

“Jadi kalau penilaian saya mereka memang sudah mulai kita betul-betul kejar mereka ini. Jadi kelihatannya mereka malah sudah resah,” kata Maruli dalam keterangannya dikutip LinkPapua.id, Senin (14/9/2026).

Maruli mengatakan aparat sejak awal telah mengupayakan langkah antisipasi agar masyarakat sipil tidak menjadi korban kelompok bersenjata. Upaya tersebut terus dievaluasi untuk memperkuat pengamanan terhadap warga.

Baca juga:  Mutasi Polri, Wakapolda Papua Barat Berganti

“Sebetulnya kita juga dari awal sudah berupaya untuk mengantisipasi ini, tapi dengan segala macam ini akan kita terus kita evaluasi supaya kita juga bisa mengamankan para masyarakat sipil di sana,” ucapnya.

Maruli mengatakan TNI terus mengevaluasi penempatan pasukan di wilayah Papua Pegunungan. Unsur teritorial mulai dari Kodim, Korem, hingga Kodam juga disiagakan untuk memperkuat pengamanan masyarakat.

“Ya, ya pasti pasti kita terus evaluasi ya. Kita juga kadang, memang sudah berulang sebetulnya mereka menjadikan sipil jadi korban itu sudah berulang. Eh ini yang terus kita tetap evaluasi,” ujarnya.

Baca juga:  BMKG: Papua Pegunungan dan Papua Selatan Mulai Masuk Musim Kemarau

Pernyataan Maruli disampaikan setelah penembakan tiga ASN Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya oleh kelompok bersenjata. Ketiga korban ditembak saat perjalanan kembali menuju Wamena setelah meninjau kegiatan cetak sawah.

Satgas Operasi Damai Cartenz-2026 sebelumnya mengidentifikasi dua terduga pelaku berinisial PN dan KT. Keduanya diduga terlibat dalam penembakan saat Festival Budaya Lembah Baliem (FBLB) dan kasus penyanderaan pilot Susi Air.

Polisi telah memasukkan PN dan KT ke dalam daftar pencarian orang (DPO). Identifikasi keduanya dilakukan dengan mencocokkan data dan ciri-ciri dengan cuplikan video call yang beredar di media sosial.

Baca juga:  Satgas Damai Cartenz Musnahkan Markas KKB di Hutan Intan Jaya, Temukan 559 Selongsong Peluru

Menanggapi tudingan bahwa korban tewas merupakan intelijen tentara, Maruli membantah klaim tersebut. Dia menyebut tudingan itu sebagai alasan yang kembali digunakan untuk membenarkan penyerangan terhadap warga sipil.

“Ya itu alasan-alasan mereka selalu intel tentara bagaimana kan rekan-rekan media tahu itu memang pekerja orang dari NTT orang masih muda ingin membantu di daerah ya itulah eh apa namanya menghadapi suatu peristiwa yang seperti yang luar biasa ini. Memang manusia-manusia itu ya begitu dia selalu mencari alasan isunya,” tegasnya. (*/red)

Latest articles

DPRP Ingatkan Pemekaran DOB Pegunungan Meiyakh-Puncak Arfak Tak Sekadar Aspirasi, 10...

0
MANOKWARI, LinkPapua.id – Ketua DPRP Papua Barat, Orgenes Wonggor, mengingatkan rencana pembentukan Daerah Otonomi Baru (DOB) Kabupaten Pegunungan Meiyakh dan Kabupaten Puncak Arfak tidak...

More like this

Reaksi Jokowi Ditanya soal Listyo Tersangka Penyadapan Prabowo: Diam dan Senyum

JAKARTA, LinkPapua.id – Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) memilih tidak menjawab pertanyaan wartawan...

Akhirnya! Jokowi Tunjukkan Ijazah ke Publik

JAKARTA, LinkPapua.id – Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) akhirnya memperlihatkan ijazah pendidikan dari...

Karhutla Papua Selatan Ancam Habitat 403 Spesies Burung di Taman Nasional Wasur

MERAUKE, LinkPapua.id - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Papua Selatan mengancam habitat 403...