Pencarian Iptu Tomi Dihentikan, MRP Papua Barat Minta Semua Pihak Hormati Upaya Polri

Published on

MANOKWARI, LinkPapua.com – Polri secara resmi menghentikan pencarian tahap III terhadap Iptu Tomi Samuel Marbun, mantan Kasat Reskrim Polres Teluk Bintuni, yang hilang saat bertugas. Menanggapi hal itu, Wakil Ketua Majelis Rakyat Papua (MRP) Papua Barat, Raimond Mandacan, menegaskan agar seluruh pihak menghormati proses panjang dan serius yang telah ditempuh Polri dalam upaya pencarian tersebut.

“Terlepas dari hasilnya (Iptu Tomi) dapat atau tidak, tetapi upaya yang dilakukan oleh Polri dalam hal ini Kapolda Papua Barat dan jajarannya harus dihormati oleh semua kalangan,” kata Raimond dalam keterangannya, Jumat (2/5/2025).

Baca juga:  Bupati Manokwari Lantik 13 Kepala Kampung dan 365 Anggota Bamuskam

Raimond menyampaikan duka mendalam atas hilangnya Iptu Tomi, baik secara pribadi maupun sebagai representasi lembaga MRP. Dia menyebut, pencarian yang dilakukan dengan menerjunkan 510 personel gabungan merupakan bentuk nyata tindak lanjut atas rekomendasi DPR RI melalui Komisi III.

“Pencarian tahap ketiga ini, kan, bagian dari menjawab rekomendasi Komisi III DPR RI beberapa waktu lalu,” katanya.

Baca juga:  Dedaida: DPR RI Sudah Agendakan Sidang Penetapan DOB Papua Barat Daya

Pihaknya berharap tidak ada lagi kegaduhan yang dibuat oleh pihak-pihak tertentu yang mengabaikan fakta bahwa Polri telah bekerja maksimal.

Diketahui, operasi pencarian Iptu Tomi berlangsung sejak 20 April 2025 dan berakhir awal Mei. Proses ini menghadapi tantangan berat, mulai dari medan hutan belantara, cuaca ekstrem, hingga ancaman kelompok kriminal bersenjata (KKB).

Sebanyak 510 personel gabungan dari Polri, TNI, SAR, dan Komnas HAM Papua terlibat dalam operasi bersandi Alfa Bravo Moskona 2025. Mereka dilengkapi moda transportasi darat, laut, udara, hingga melakukan penyisiran gerilya di belantara Hutan Moskona, Teluk Bintuni.

Baca juga:  Hina Suku Arfak, Pemilik Akun FB Echy Dilapor ke Polres Manokwari

Pencarian dibagi dalam tiga zona: hijau, kuning, dan merah. Zona merah menjadi wilayah paling berisiko karena kondisi ekstrem seperti arus sungai deras, kehadiran predator seperti buaya, serta lebah hutan.

Hasil rekonstruksi menunjukkan bahwa dari sembilan orang yang berenang menyeberangi sungai, delapan berhasil selamat, sementara Iptu Tomi adalah satu-satunya yang tidak berhasil menyeberang. (LP2/red)

Latest articles

Eks Wabup Manokwari Edi Budoyo Dimakamkan di Taman Makam Bahagia

0
MANOKWARI, LinkPapua.id – Eks Wakil Bupati (Wabup) Manokwari Edi Budoyo dimakamkan di Taman Makam Bahagia, kawasan Taman Makam Pahlawan Manokwari, Papua Barat. Prosesi pemakaman...

More like this

Wagub Papua Barat: Edi Budoyo Dedikasikan Hidup untuk Pembangunan Manokwari

MANOKWARI, LinkPapua.id – Wakil Gubernur (Wagub) Papua Barat Mohamad Lakotani mengenang mantan Wakil Bupati...

Akses Informasi BLUD Belum Merata, Papua Barat Dorong Pembinaan Digital

MANOKWARI, LinkPapua.id – Biro Perekonomian Sekretariat Daerah (Setda) Provinsi Papua Barat mendorong pembinaan Badan...

Memperingati HUT TNI ke-81, Kodim 1801/Manokwari Gelar Lomba PBB Antar pelajar dan Mahasiswa

MANOKWARI, Linkpapua.id– Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Tentara Nasional Indonesia (TNI) ke-81,...