Rawan Bencana, ini 4 Daerah yang Bakal Jadi Titik Klaster Logistik di Papua Barat

Published on

MANOKWARI, LinkPapua.id – Kabupaten dengan intensitas kerawanan tinggi ditargetkan menjadi titik utama pembentukan klaster logistik di Papua Barat. Daerah pusat klaster tengah dikaji BPBD.

Kepala BPBD Papua Barat Derek Ampnir, menyampaikan bahwa dalam menindaklanjuti pembentukan klaster logistik pihaknya akan melakukan kajian terkait penempatan lokasi klaster logistik yang akan di bentuk.

“Sebenarnya di 7 kabupaten Papua Barat tingkat kerawanan cukup tinggi namun karena merujuk pada aturan bahwa setiap provinsi hanya membentuk empat klaster logistik maka kami akan melakukan kajian,” ujar Derek di Mansinam Beach, Selasa (12/8/2025).

Baca juga:  Derek Ampnir: Prokes-Vaksin Senjata Kita untuk Menangkal Omicron

Menurut Derek, BPBD memiliki parameter terhadap kabupaten yang memenuhi syarat untuk dibentuk klaster. Salah satu parameter yaitu kabupaten dengan tingkat kerawanan tinggi agar ketika tiba-tiba terjadi bencana dapat diatasi dengan cepat dan memudahkan penanganannya.

“Itu salah satu ukuran yang natural artinya kita jadikan empat kabupaten yang menjadi pusat klaster karena memiliki resiko tinggi terhadap bencana,” tuturnya.

Dikatakan Derek bahwa kabupaten Pegunungan Arfak menjadi salah satu yang berpotensi menjadi titik klaster karena selain rawan bencana longsor, akses yang susah dijangkau juga menjadi kriteria tersendiri.

Baca juga:  Jelang Penetapan DPT 20 Juni, KPU Manokwari Minta Masyarakat Aktif Beri Tanggapan

Selain itu, pihaknya dapat membagi dengan jangkauan yang mudah di antaranya satu klaster dapat di wilayah selatan Provinsi Papua Barat antara Kabupaten Kaimana atau Fakfak. Di wilayah pinggir dapat dipusatkan di kabupaten Manokwari atau Teluk Wondama.

“Jika dilihat kita bisa menempatkan di Manokwari karena selain ibukota provinsi Papua Barat juga tingkat kerawanan yang cukup tinggi,” kata dia

Lebih lanjut, Derek katakan bahwa dalam satu klaster logistik terdapat enam instansi di antaranya BNPB-BPBD sebagai koordinasi, pembinaan hingga fasilitas penyelenggara. Dinas sosial sebagai penyaluran bantuan sosial dan kebutuhan dasar.

Baca juga:  Tito: Pencegahan Korupsi Harus Diutamakan, tapi OTT juga Penting

Kemudian, dinas kesehatan mengurusi layanan kesehatan, dinas perhubungan membantu transportasi dan distribusi bantuan, PMI memberi bantuan kemanusiaan dan organisasi non-pemerintah membantu penyediaan logistik dan koordinasi bantuan.

“Keenam instansi tersebut bekerja sama saling menopang untuk penanggulangan bencana sehingga lebih terkoordinasi dan memudahkan. Semoga kedepan progres ini dapat berjalan lancar dan segera dibentuk sehingga menjadi provinsi pertama terbentuk klaster logistik di tanah Papua,” tutupnya. (LP14/red)

Latest articles

Ekonomi Papua Barat Tumbuh 3,41 Persen, PDRB Tembus Rp21.113,16 Miliar

0
MANOKWARI, LinkPapua.id – Ekonomi Papua Barat tumbuh 3,41 persen secara tahunan (year on year/y-on-y) pada triwulan II 2026. Nilai Produk Domestik Regional Bruto (PDRB)...

More like this

Hasil Seleksi Ketat, Papua Barat Siapkan 30 Penyanyi untuk Paduan Suara Upacara HUT Ke-81 RI

MANOKWARI, LinkPapua.id – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Barat menyiapkan 30 anggota paduan suara untuk...

Pemkab Bintuni Sampaikan Laporan Pertanggungjawaban APBD 2025, Realisasi Pendapatan Rp2,62 Triliun

TELUK BINTUNI, LinkPapua.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Teluk Bintuni, Papua Barat, menyampaikan Rancangan Peraturan...

Aspirasi Orang Tua dan Siswa Membuahkan Hasil, Pemda Manokwari Tambah Rombongan Belajar di SMA Negeri 1 Manokwari

MANOKWARI, Linkpapua.id – Perjuangan panjang puluhan calon siswa bersama orang tua untuk memperoleh kursi...