Speedboat Wisatawan Ditahan Warga Kawe Raja Ampat, Diminta Bayar Denda Rp250 Juta

Published on

RAJA AMPAT, LinkPapua.id – Sejumlah wisatawan mempertanyakan tindakan sekelompok warga Kampung Kawe, Raja Ampat, Papua Barat Daya, yang menahan speedboat yang mereka tumpangi dan meminta denda adat sebesar Rp250 juta. Penahanan itu disebut terjadi saat rombongan wisatawan berteduh karena cuaca buruk di laut.

“Kami hanya singgah untuk makan dan menunggu cuaca reda, tidak ada niat lain sama sekali,” ucap salah satu wisatawan dalam keterangannya, Rabu (5/11/2025).

Peristiwa itu terjadi ketika rombongan wisatawan dalam perjalanan pulang dari Ayau menuju Waisai. Motoris speedboat yang juga anak adat setempat mengusulkan agar mereka singgah sementara di Dusun Kelapa, tempat keluarganya, untuk beristirahat.

Baca juga:  Hari ini Yohanis Manibuy- Joko Lingara Jalani Pemeriksaan Kesehatan di RSUD Bintuni

Namun tak lama setelah sandar, sebuah perahu berisi tiga orang datang dan menanyakan alasan keberadaan mereka. Setelah mendapat penjelasan, warga tersebut meminta mereka menunggu sebelum akhirnya datang sekelompok warga Kampung Kawe menggunakan speedboat.

Dalam keterangan pemandu wisata, kelompok warga itu kemudian menahan perahu dan penumpangnya untuk dibawa ke kampung dan diproses secara adat. Mereka juga menyampaikan bahwa wisatawan akan dikenai denda adat sebesar Rp250 juta.

Baca juga:  Polda Papua Barat Musnahkan Barang Bukti Ganja Di depan Tersangka

“Kami sudah jelaskan baik-baik, tapi mereka tetap ngotot tahan speedboat dan minta denda adat tanpa koordinasi yang jelas,” ujar pemandu wisata tersebut.

Sebelum dibawa ke kampung, sempat terjadi ketegangan di lokasi. Salah seorang warga dilaporkan mengancam menggunakan belo atau kayu tajam, tetapi motoris speedboat berupaya menenangkan situasi agar tidak terjadi kekerasan.

Baca juga:  LMA 7 Suku Bintuni Mediasi Konflik Proyek Jalan Simei-Obo

Wisatawan menilai penahanan dan penetapan denda dilakukan tanpa musyawarah resmi dengan tokoh adat maupun pemerintah kampung. Mereka menyebut hanya segelintir orang yang mengaku mewakili adat Kawe yang bertindak menahan perahu.

Hingga kini, belum ada keterangan resmi dari aparat kampung Kawe maupun otoritas adat setempat. Wisatawan berharap pemerintah daerah dan pihak keamanan turun tangan agar kejadian serupa tidak terulang. (LP10/red)

 

Latest articles

Eks Wabup Manokwari Edi Budoyo Dimakamkan di Taman Makam Bahagia

0
MANOKWARI, LinkPapua.id – Eks Wakil Bupati (Wabup) Manokwari Edi Budoyo dimakamkan di Taman Makam Bahagia, kawasan Taman Makam Pahlawan Manokwari, Papua Barat. Prosesi pemakaman...

More like this

Eks Wabup Manokwari Edi Budoyo Dimakamkan di Taman Makam Bahagia

MANOKWARI, LinkPapua.id – Eks Wakil Bupati (Wabup) Manokwari Edi Budoyo dimakamkan di Taman Makam...

Penghormatan Masyarakat Manokwari Kuatkan Keluarga Edi Budoyo Saat Pelepasan Jenazah

MANOKWARI, LinkPapua.id – Penghormatan masyarakat menguatkan keluarga mantan Wakil Bupati (Wabup) Manokwari Edi Budoyo...

Wagub Papua Barat: Edi Budoyo Dedikasikan Hidup untuk Pembangunan Manokwari

MANOKWARI, LinkPapua.id – Wakil Gubernur (Wagub) Papua Barat Mohamad Lakotani mengenang mantan Wakil Bupati...