WFH ASN Papua Barat, Otto Parorongan Singgung Risiko Turunnya Kinerja

Published on

MANOKWARI, LinkPapua.id – ASN di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Barat tetap diminta siaga penuh meski menjalankan sistem kerja work from home (WFH). Kebijakan ini disorot karena dinilai berpotensi memengaruhi kinerja jika tidak disertai kedisiplinan dan pengawasan ketat.

“Sesuai surat Gubernur (Dominggus Mandacan), hanya pejabat eselon I, dalam hal ini sekretaris daerah yang bekerja dari kantor. Tapi, tidak mungkin sekda bekerja sendiri. ASN harus siap kapan saja diperintahkan untuk hadir dan membantu,” ujar Asisten III Setda Papua Barat Otto Parorongan saat mempin apel gabungan di Kantor Gubernur Papua Barat, Senin (13/4/2026).

Baca juga:  Virus Mpox Menyebar di RI, Pemprov Tegaskan Belum Ditemukan di Papua Barat

Otto menegaskan WFH tidak boleh dimaknai sebagai kelonggaran yang menurunkan kinerja ASN. Dia menyebut seluruh aparatur tetap dituntut menjalankan tanggung jawab meski tidak berada di kantor.

Kebijakan WFH di Papua Barat disebut mulai menuai sorotan karena adanya potensi ketimpangan dalam implementasi di lapangan. Di satu sisi ASN tidak selalu berada di kantor, tetapi di sisi lain tetap harus siap dipanggil sewaktu-waktu untuk bekerja.

Baca juga:  PPKM Level 3 Dibatalkan, Gubernur Papua Barat: Tetap Tertib Prokes, Jangan Lengah

Otto mengingatkan penerapan WFH tidak boleh mengurangi kualitas pelayanan publik kepada masyarakat. Dia menekankan ASN harus tetap aktif, responsif, dan bertanggung jawab sesuai tugas masing-masing.

“WFH bukan berarti santai di rumah. Tanggung jawab tetap sama, bahkan harus lebih disiplin,” tegasnya.

Dia juga mengungkapkan pelaksanaan WFH perdana pada Jumat pekan lalu belum berjalan optimal karena lebih banyak diisi kegiatan kerja bakti. Menurutnya, pola kerja ini masih akan terus diterapkan sambil menunggu arahan lebih lanjut dari pemerintah pusat.

Baca juga:  TAPD dan Banggar DPR Papua Barat Sinkronisasi KUA-PPAS APBD-P 2023

Belum adanya mekanisme pengawasan yang jelas selama WFH disebut menjadi tantangan tersendiri bagi pemerintah daerah. Kondisi ini dinilai bisa membuka celah penurunan produktivitas ASN jika tidak diantisipasi dengan sistem kontrol yang ketat. (LP14/red)

Latest articles

Harhubnas 2026 di Bintuni, Insan Perhubungan Diminta Jaga Konektivitas

0
TELUK BINTUNI, LinkPapua.id – Pj Sekretaris Daerah (Sekda) Teluk Bintuni IB Putu Suratna memimpin upacara peringatan Hari Perhubungan Nasional (Harhubnas) 2026 di Kabupaten Teluk...

More like this

KONI Papua Barat Gelar Musorprovlub, Sinergi dan Pembinaan Atlet Jadi Fokus Utama

MANOKWARI, Linkpapua.id – Musyawarah Olahraga Provinsi Luar Biasa (Musorprovlub) Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI)...

Kepolisian Siagakan 548 Personel Amankan Musprov KONI Papua Barat

MANOKWARI, Linkpapua.id – Dalam pengamanan menjaga keamanan dan Ketertiba dalam Musyawarah Olahraga Provinsi (Musprov)...

Papua Barat Terima Penyaluran Rp1,019 Triliun DBH Migas Otsus hingga Mei 2026

MANOKWARI, LinkPapua.id – Provinsi Papua Barat menerima penyaluran tambahan dana bagi hasil minyak dan...