MAYBRAT, LinkPapua.id – Warga Aifat Timur Raya menagih janji Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Maybrat, Papua Barat Daya (PBD), terkait perbaikan infrastruktur jalan yang rusak berat. Ketiadaan akses yang memadai dinilai menghambat aktivitas ekonomi dan mobilitas masyarakat menuju ibu kota.
“Kami masyarakat Aifat Timur Raya merasa tidak diperhatikan dari segi kesehatan, pendidikan, dan juga infrastruktur seperti jalan dan jembatan. Dari periode kepemimpinan bupati ke bupati, kami tetap seperti begini,” kata Intelektual Muda Aifat Timur Raya (IMAR), Thomas Yee Mate, dalam keterangannya, Rabu (13/5/2026).
Kerusakan fatal terpantau di sepanjang jalan Kampung Faan Kahrio menuju Kampung Kamat hingga Kampung Ayata, Distrik Aifat Timur Tengah. Kondisi ini menyulitkan warga saat hendak menuju Kumurkek maupun kota tetangga seperti Sorong dan Sorong Selatan.
Thomas mempertanyakan status wilayah mereka karena minimnya perhatian serius dari pemerintah setempat selama 17 tahun kabupaten tersebut berdiri. Dia menuntut Pemkab Maybrat segera melakukan koordinasi berjenjang dengan pemerintah provinsi untuk menangani kerusakan pada ruas jalan trans tersebut.
“Saya mewakili Intelektual Aifat Timur butuh jawaban dari Pemda Maybrat. Kami sangat membutuhkan perhatian serius,” ucapnya.
Warga juga menyoroti pidato Bupati Maybrat Karel Murafer pada hari ulang tahun (HUT) kabupaten pada 3 Mei 2026 lalu yang mengeklaim telah memberikan perhatian ke wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Menurutnya, pekerjaan di ruas jalan Ayata-Aisa dan Jembatan Kali Aikrer di Distrik Aifat Timur justru merupakan proyek pemerintah provinsi. (*/red)








