Munas LPPN, Bahas Evaluasi Organisasi hingga Penetapan Tuan Rumah Pesparawi XV

Published on

MANOKWARI, LinkPapua.id – Musyawarah Nasional (Munas) Lembaga Pembinaan dan Pengembangan Pesparawi Nasional (LPPN) membahas evaluasi program kerja organisasi hingga penetapan tuan rumah Pesparawi Nasional XV. Forum dibuka langsung Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Kristen Kementerian Agama (Kemenag) RI sekaligus Ketua LPPN Jeane Marie Tulung di Manokwari, Papua Barat.

“Momentum Munas ini untuk mengevaluasi program kerja LPPN, memperkuat konsolidasi antarlembaga, serta merumuskan langkah-langkah inovatif ke depan dalam rangka pembinaan umat Kristen dan menata organisasi agar terus menjadi mitra strategis pemerintah,” ujar Jeane saat pembukaan Munas LPPN di Hotel Aston Niu, Manokwari, Kamis (25/6/2026).

Baca juga:  Pemaparan Ketua LPPD Sulteng hingga Terpilih Jadi Tuan Rumah Pesparawi Nasional XV 2029

Munas membahas sejumlah agenda organisasi, mulai dari evaluasi program kerja LPPN hingga penguatan peran Lembaga Pengembangan Pesparawi Daerah (LPPD). Forum juga akan menetapkan tuan rumah pelaksanaan Pesparawi Nasional XV.

Jeane mengatakan LPPN sebagai lembaga pembina dan pengembang Pesparawi di tingkat nasional maupun daerah dituntut menerapkan tata kelola yang profesional dan akuntabel. Dia menilai setiap keputusan yang dihasilkan harus memberi manfaat nyata bagi masyarakat.

Baca juga:  Disdukcapil Papua Barat dan Mansel Jemput Bola Berikan Layanan Adminduk di Daerah 3T

“Kemarin kita sudah mendengar dari Ketua Harian Panitia Pesparawi Nasional XIV bagaimana dampak Pesparawi bagi masyarakat, dan kita berharap semua seperti itu, sehingga keputusan dalam Munas ini betul-betul menyentuh langsung kepada kebutuhan nyata umat,” katanya.

Munas diharapkan menghasilkan rekomendasi untuk meningkatkan kapasitas LPPN dan LPPD dalam menjalankan tugas serta fungsi organisasi. Hasil forum juga diarahkan untuk memperkuat tata kelola yang profesional, mandiri, akuntabel, dan inovatif.

Baca juga:  Sejumlah tokoh agama bersedia divaksin

Jeane mengakui perbedaan pandangan dalam forum musyawarah merupakan hal yang wajar. Namun, seluruh masukan diharapkan dapat dirumuskan menjadi keputusan bersama demi kemajuan organisasi.

“Dalam pelaksanaan musyawarah tentunya akan banyak perbedaan pendapat. Namun, banyaknya pendapat itu diharapkan dapat disatukan menjadi rekomendasi yang konkret untuk kemajuan LPPN dan umat Kristen,” ucapnya. (LP14/red)

Latest articles

MUI: Pria Berbusana Wanita dalam Karnaval Agustusan Hukumnya Haram

0
JAKARTA, LinkPapua.id – Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyatakan pria yang mengenakan pakaian wanita, termasuk saat mengikuti karnaval agustusan, hukumnya haram dalam syariat Islam. MUI...

More like this

Kodam XVIII/Kasuari Siap Dukung Festival Raimuti Jadi Agenda Tahunan

MANOKWARI, LinkPapua.id – Kodam XVIII/Kasuari siap berkolaborasi dengan pemerintah daerah untuk melanjutkan Festival Raimuti...

Suami di Manokwari Laporkan Istri dan Oknum Komisioner KPU ke Polisi Dugaan Perzinaan

MANOKWARI, LinkPapua.id – Seorang suami berinisial R melaporkan istrinya, TJ, dan AM yang disebut...

Ekonomi Papua Barat Tumbuh 3,41 Persen, PDRB Tembus Rp21.113,16 Miliar

MANOKWARI, LinkPapua.id – Ekonomi Papua Barat tumbuh 3,41 persen secara tahunan (year on year/y-on-y)...