Haryono May: Tak Boleh Ada Anak Gagal Sekolah Akibat Daya Tampung Terbatas

Published on

MANOKWARI, Linkpapua.id – Ketua Fraksi Golkar DPRK Manokwari, Haryono M.K. May, menyambut baik langkah Pemerintah Kabupaten Manokwari yang berupaya mengakomodasi aspirasi calon siswa agar dapat diterima di SMA Negeri 1 Manokwari melalui penambahan daya tampung pada pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027.

Menurut Haryono, keputusan yang diambil pemerintah daerah merupakan bentuk kepedulian terhadap masa depan pendidikan anak-anak di Manokwari. Ia menilai kebijakan tersebut menjadi solusi sementara yang tepat di tengah tingginya animo masyarakat untuk menyekolahkan anaknya di SMA Negeri 1 Manokwari.

“Tentu langkah bijak dari Bupati Manokwari agar melakukan seleksi untuk bisa mengakomodir siswa merupakan langkah yang tepat. Kita harus bisa memperhatikan pendidikan anak-anak,” ujar Haryono usai mengikuti Rapat Dengar Pendapat (RDP) di DPRK Manokwari, Selasa (7/7/2026).

Baca juga:  Resmikan Masjid Baitul Amin, Hermus Bicara Peradaban Baru di Wapramasi

Politisi Partai Golkar itu menegaskan, pendidikan merupakan hak dasar setiap anak sehingga pemerintah wajib memastikan tidak ada peserta didik yang kehilangan kesempatan mengenyam pendidikan hanya karena keterbatasan daya tampung sekolah.

Ia menyatakan sepakat dengan komitmen Pemerintah Kabupaten Manokwari untuk mencari solusi agar seluruh lulusan SMP tetap dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang SMA.

“Jangan sampai ada anak yang putus sekolah hanya karena tidak tertampung. Pemerintah harus hadir memberikan solusi sehingga semua anak memperoleh akses pendidikan yang layak dan berkualitas,” tegasnya.

Baca juga:  Polres Fakfak Kerahkan Personel Amankan MTQ XI

Haryono juga mengapresiasi komitmen pemerintah daerah bersama DPRK dan pihak terkait yang telah membuka ruang dialog dengan para orang tua siswa serta mencari jalan keluar melalui penambahan rombongan belajar.

Menurutnya, polemik SPMB tahun ini harus menjadi bahan evaluasi bersama agar ke depan sistem penerimaan siswa baru dapat berjalan lebih baik, transparan, dan mampu mengakomodasi kebutuhan masyarakat.

Selain itu, Haryono berharap pemerintah memberikan perhatian khusus kepada siswa Orang Asli Papua (OAP). Ia menilai keberpihakan terhadap OAP harus menjadi bagian penting dalam kebijakan pendidikan di Kabupaten Manokwari.

Baca juga:  Gubenur Dominggus Sampaikan LKPj: Program Terealisasi, PAD Tumbuh

“Pemerintah juga harus memberikan perhatian kepada anak-anak Orang Asli Papua. Mereka harus memperoleh kesempatan yang sama untuk mendapatkan pendidikan yang berkualitas sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia Papua,” katanya.

Haryono berharap seluruh pihak dapat bersama-sama mendukung langkah pemerintah dalam menyelesaikan persoalan SPMB, sehingga setiap anak di Manokwari memiliki kesempatan yang sama untuk melanjutkan pendidikan tanpa terkendala kapasitas sekolah.(LP3/Red)

Latest articles

Bappeda Mansel Selaraskan Usulan Program OPD untuk Pembangunan 2027

0
MANSEL, LinkPapua.id – Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Manokwari Selatan (Mansel), Papua Barat, menyelaraskan usulan program organisasi perangkat daerah (OPD) untuk pembangunan 2027. Penyelarasan...

More like this

Asap Berpotensi Ganggu Kualitas Udara, Pemkab Manokwari Tingkatkan Kesiapsiagaan

MANOKWARI, Linkpapua.id-Pemerintah Kabupaten Manokwari meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak kabut asap yang berpotensi memengaruhi kualitas...

Bupati Tinjau Moskona Utara, Pemulihan Sekolah dan Layanan Dasar Jadi Prioritas

TELUK BINTUNI, Linkpapua.id-Di balik sunyinya gedung SD Negeri Moyeba, Distrik Moskona Utara, tersimpan luka...

YLBH Sisar Matiti Desak Komnas HAM Ungkap Tuntas Kematian Yanto Idoorway

MANOKWARI, Linkpapua.id— YLBH Sisar Matiti mendesak Komnas HAM RI segera turun tangan mengungkap secara...