Pipa Proyek Air Bersih Kampung Sobei Indah Baru 1 Km, DPRD Wondama Panggil Dinas

Published on

TELUK WONDAMA, LinkPapua.id – Komisi C DPRK Teluk Wondama menemukan jaringan pipa proyek air bersih di Kampung Sobei Indah, Kabupaten Teluk Wondama, Papua Barat, baru terpasang sekitar 1 kilometer (km). Komisi C pun akan memanggil dinas terkait untuk meminta penjelasan dalam rapat dengar pendapat.

Peninjauan dilakukan Komisi C di Kampung Sobei Indah, Distrik Teluk Duairi, Rabu (7/10/2026). Dari pemeriksaan itu diketahui proyek yang dikerjakan pada awal 2026 belum sepenuhnya selesai meski intake dan sebagian jaringan pipa telah terbangun.

“Kami akan panggil dinas terkait untuk rapat dengar pendapat. Karena sekitar dua bulan lalu kami komisi C sudah turun di sini bersama Dinas PUPR. Ternyata realisasinya air belum mengalir ikut pipa dan masyarakat yang ada di Kampung Sobei mereka belum menikmati air,“ kata Ketua Komisi C Yuliana Manupapami.

Baca juga:  Elysa Auri: Lupakan Pilkada, Kita Bersatu Bangun Teluk Wondama

Yuliana mengatakan pihaknya sebelumnya telah mengecek proyek tersebut bersama Dinas PUPR sekitar dua bulan lalu. Saat itu, pihak dinas disebut menjamin pekerjaan telah sepenuhnya tuntas.

Kondisi proyek yang belum tuntas juga dibenarkan Ketua RT II Kampung Sobey Indah Zakarias Manirey. Dia mengatakan warga hingga kini belum menikmati air bersih dari proyek tersebut.

“Sejak pekerjaan ini ada, kami masyarakat Kampung Sobey Indah belum menikmati air bersih,“ ujar Manirey.

Berdasarkan keterangan warga, jaringan pipa dari lokasi intake menuju Kampung Sobei Indah memiliki panjang sekitar 4 km. Namun, jaringan pipa baru tersebut belum seluruhnya terpasang hingga ke kampung.

Baca juga:  DPRK Teluk Wondama Kritik LKPJ Bupati Berulang Kali Molor

Kamto, warga Kampung Sobey Indah, mengatakan pipa induk dan jaringan sekunder yang masuk ke rumah warga sebagian besar merupakan jaringan lama. Jaringan tersebut merupakan proyek yang dikerjakan sekitar 2014.

“Yang pipa hitam ini (jaringan baru) belum sampai ke kampung. Yang sampai di kampung itu yang pipa lama yang dikerjakan Pak Tiku (proyek Papua Barat),“ ucap Kamto.

“Selama ini kita pakai air dari pipa lama yang pipa besi ini. Masyarakat biasa secara swadaya betulin sendiri kalau ada pipa yang rusak seperti sekarang ini,“ lanjutnya. Diketahui, warga tengah melakukan perbaikan pipa yang rusak karena kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Baca juga:  DPRK Wondama Ajukan 8 Raperda, Ada Soal Pajak Hingga Pasar Modern

Komisi C kemudian menelusuri jalur pipa baru dari titik intake berdasarkan keterangan warga. Hasil penelusuran menunjukkan pipa baru tersebut baru terpasang sekitar 1 km dari titik intake.

Di salah satu titik, Komisi C menemukan pipa baru tersambung dengan jaringan pipa lama berbahan besi. Kondisi itu membuat anggota Komisi C mempertanyakan realisasi pekerjaan proyek tersebut.

“Pantas saja air tidak sampai di kampung karena ternyata pipa cuma sampai di sini dan mereka kasih konek dengan pipa lama. Temuan ini akan kita pertanyakan ke dinas karena kita curiga ada yang tidak beres ini,“ beber anggota Komisi C Matius Patongloan. (rex/red)

Latest articles

YLBH Sisar Matiti Desak Komnas HAM Ungkap Tuntas Kematian Yanto Idoorway

0
MANOKWARI, Linkpapua.id— YLBH Sisar Matiti mendesak Komnas HAM RI segera turun tangan mengungkap secara menyeluruh penyebab kematian almarhum Yanto Idoorway, termasuk menelusuri kemungkinan keterlibatan...

More like this

Bupati Bintuni Temui Keluarga Korban Pembunuhan Anak di SP 5, Janji Kawal Proses Hukum

TELUK BINTUNI, LinkPapua.id – Bupati Teluk Bintuni Yohanis Manibuy menemui keluarga korban pembunuhan dan...

Anak Dirawat Sepekan, Humairah Terbantu JKN Tanpa Beban Biaya

MANOKWARI, LinkPapua.id – Humairah Rhamat merasa terbantu dengan program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) saat...

TK/PAUD hingga SMA di Manokwari PJJ Mulai 7 Oktober Imbas Kabut Asap

MANOKWARI, LinkPapua.id - Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Manokwari, Papua Barat, memberlakukan pembelajaran jarak jauh...