MANOKWARI, LinkPapua.id – Jumlah titik api kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Papua Barat turun menjadi 91 titik, berdasarkan data Sistem Informasi Peringatan dan Deteksi Dini Kebakaran Hutan dan Lahan (SiPongi). Meski jumlah titik api menurun, kabut asap masih terasa di Manokwari akibat kiriman asap dari sejumlah wilayah.
Data SiPongi yang diterima Dinas Kehutanan Papua Barat menunjukkan 91 titik api tersebar di wilayah Fakfak dan Kaimana. Namun, naskah sumber tidak mencantumkan angka pembanding sehingga besaran penurunan titik api belum dapat dipastikan.
“Untuk data kemarin di SiPongi, di Papua Barat terdapat 91 titik api yang berada di bagian Fakfak dan Kaimana,” ujar Kepala Dinas Kehutanan Papua Barat Jimmy W Susanto usai mengikuti apel gabungan di Kantor Gubernur Papua Barat, Senin (19/10/2026).
Jimmy mengatakan kabut asap yang menyelimuti Manokwari tidak seluruhnya berasal dari kebakaran di wilayah tersebut. Asap juga terbawa dari Papua Selatan serta sejumlah daerah di Papua Barat, termasuk Fakfak dan Kaimana.
“Jumlah titik api memang menurun, tetapi kondisi cuaca di Manokwari masih berkabut karena ada asap kiriman dari Papua Selatan dan beberapa daerah di Papua Barat,” katanya.
Dinas Kehutanan Papua Barat terus memantau perkembangan titik api sebagai bagian dari penanganan karhutla. Pemantauan tersebut menjadi dasar koordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
Jimmy menekankan koordinasi antarinstansi diperlukan untuk menentukan langkah penanganan karena kebakaran dan dampak asap dapat meluas lintas wilayah. Meski jumlah titik api menurun, potensi karhutla dan paparan asap masih perlu diwaspadai. (LP14/red)












