JAYAPURA, LinkPapua.id – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Papua Barat Daya, Papua Tengah, dan Papua Selatan masih belum sepenuhnya padam. Estimasi lahan yang masih terbakar di ketiga provinsi itu mencapai 677 hektare.
“Dalam 12 jam terakhir, kami juga mendapatkan laporan adanya 73 titik api (hotspot), baik itu di bagian selatan maupun bagian tengah. Api masih terjadi di dua wilayah seperti Kota Sorong maupun Merauke,” ungkap Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan dalam siaran langsung BNPB, Rabu (28/10/2026).
BNPB mencatat total lahan yang telah terbakar di tiga provinsi tersebut mencapai 2.393 hektare. Rinciannya, Papua Barat Daya 2.131 hektare, Papua Tengah 100 hektare, dan Papua Selatan 161 hektare.
“Untuk provinsi Papua Barat Daya ada 2.131 hektare yang lahan terbakar saat ini. Di Papua Tengah ada 100 hektare. Sedangkan di Papua Selatan ada 161 hektare,” terangnya.
Sementara itu, data BNPB menunjukkan estimasi karhutla yang belum padam di Papua Barat Daya mencapai 14 hektare per Sabtu (24/10/2026). Di Papua Tengah, luas karhutla yang belum padam tercatat 71 hektare, sedangkan di Papua Selatan mencapai 592 hektare.
Hujan dilaporkan sempat turun di ketiga provinsi tersebut. Namun, proses pemadaman masih terkendala akses menuju sejumlah titik kebakaran yang sulit dijangkau.
“Mendapatkan kendala yang sulit juga untuk dijangkau sehingga pemadaman di sana juga relatif mengalami kesulitan karena memang wilayah ada yang terlalu jauh untuk kita jangkau,” jelas Berton.
Karhutla juga terjadi di tempat pembuangan akhir (TPA) Makbon, Papua Barat Daya. Pemadaman di lokasi tersebut terkendala kebutuhan sumber daya yang lebih banyak. (*)












