Bikin Bangga! 25 Putra Bintuni Tembus Perusahaan Migas di Batam

Published on

BINTUNI, Linkpapua.com – Program pengembangan sumber daya manusia di Teluk Bintuni dinilai berjalan lebih baik. Terbukti, tahun ini Pusat Pelatihan Teknik Industri Minyak dan Gas (P2TIM) berhasil meloloskan 25 alumninya bekerja di perusahaan migas di Batam.

Lengkapnya lagi 25 orang ini kesemuanya adalah putra asli Teluk Bintuni. Mereka datang dengan berbagai keahlian.

Lolosnya putra-putra Bintuni ini tak lepas dari program dan visi misi pasangan Petrus Kasihiw dan Matret Kokop. Melalui visi-misinya “Terwujudnya Kabupaten Teluk Bintuni yang Damai, Maju, Produktif dan Berdaya Saing”, Kasihiw-Matret terus mendorong P2TIM mencetak SDM lokal yang bisa menembus pasar dunia.

Baca juga:  Dua Kali Bersurat, DPRD Manokwari Desak Pemkab Serahkan Materi KUA-PPAS APBD 2023

Lewat program ini, SDM anak-anak Papua, khususnya di Teluk Bintuni dipersiapkan untuk bukan hanya bersaing di LNG Tangguh tetapi juga untuk dapat bekerja di luar bumi Papua.

25 lulusan P2TIM Teluk Bintuni itu terdiri dari 16 orang yang diterima bekerja di PT Sembawang Manufacture Off-Shore dan Equlpment (SMOE) serta PT Siemens Batam. Kemudian setelah itu ada penambahan sebanyak 9 orang.

Direktur dari Petrotekno selaku pengelola P2TIM, Hendra, kepada media ini melalui siaran persnya, Minggu (16/5/2021) mengatakan, total 25 lulusan itu terdiri dari Scaffolder 21 orang, kemudian Rigger 2 orang dan Electrical 2 orang.

Baca juga:  Pernyataan Soal Tapal Batas Bintuni-Fakfak, Petrus Kasihiw Sebut Menteri Bahlil Arogan

“25 anak asli Teluk Bintuni jebolan P2TIM telah diterima untuk dipekerjakan di beberapa perusahan kontraktor migas pada daerah indonesia yang berbatasan dengan Singapura,” jelas Hendra.

Lebih lanjut dijelaskan Hendra, bahwa 25 anak-anak Papua ini telah mengikuti semua prosedur penerimaan dari perusahaan-perusahan tersebut. Dan ternyata mereka diterima bahkan mereka dipuji karena memang skill mereka telah sesuai dengan kebutuhan di perusahaan-perusahaan tersebut.

“Jadi kenapa mereka dipuji, karena tidak hanya memiliki sertifikat internasional dan nasional, namun juga skill dan pengetahuan mereka sangat bagus sehingga ini merupakan sebuah nilai lebih terutama jika dibandingkan dengan para pencari kerja yang lain,” pungkasnya.

Baca juga:  ASN Mangkir Apel, Bupati Mansel: Jangan Salahkan Kalau Saya Geser Kalian!

Batam saat ini sedang sibuk dengan kegiatan konstruksi fasilitas migas. Menyambut kebutuhan tersebut, pihak P2TIM berusaha terus untuk mempromosikan semua lulusan mereka untuk dapat bekerja di jaringan perusahaan migas.

“Tentunya menjadi harapan bagi kita semua, agar anak-anak dari Papua bisa lebih mengambil peran aktif dalam menggerakkan roda perekonomian terutama di Papua di sektor-sektor konstruksi ataupun migas,” pungkasnya. (LP2/red)

Latest articles

FASI BKPRMI Manokwari Resmi Ditutup, Juara Bersiap Wakili Manokwari di Tingkat...

0
MANOKWARI, Linkpapua.id– Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Kabupaten Manokwari resmi menutup pelaksanaan Festival Anak Saleh Indonesia (FASI) yang...

More like this

‎PELITA Goes to School Ajak Pelajar SMK Negeri Tandia Rawat Kerukunan di Teluk Wondama

TELUK WONDAMA, LinkPapua.id – Pemuda Lintas Agama (PELITA) Kabupaten Teluk Wondama, Papua Barat, mengajak...

Pengacara Minta Polisi Terdakwa Pemerkosaan di Manokwari Dibebaskan, Sebut Tuduhan Tanpa Bukti Sah

MANOKWARI, LinkPapua.id – Penasihat hukum meminta majelis hakim membebaskan MA, polisi yang menjadi terdakwa...

Papua Mulai Berperan dalam Kepemimpinan Politik Nasional

FAKFAK, linkpapua.id- Papua mulai menunjukkan peran dalam kepemimpinan politik nasional melalui munculnya sejumlah figur yang...