Angka Kemiskinan Papua Barat Turun Jadi 19,58%, Berkurang 4,5 Ribu Orang

Published on

MANOKWARI, LinkPapua.id – Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data terbaru mengenai kondisi ekonomi di Papua Barat. Angka kemiskinan tercatat mengalami penurunan cukup signifikan pada periode September 2025.

“Persentase penduduk miskin Papua Barat pada September 2025 sebesar 19,58 persen, menurun 1,08 persen poin terhadap Maret 2025,” tulis laporan BPS Papua Barat dikutip LinkPapua.id, Rabu (11/2/2026).

Secara jumlah, penduduk yang masuk kategori miskin kini berkurang sebanyak ribuan jiwa. Saat ini, total penduduk miskin di Papua Barat tercatat mencapai 102,40 ribu orang.

“Jumlah penduduk miskin Papua Barat pada September 2025 sebesar 102,40 ribu orang, turun 4,5 ribu orang terhadap Maret 2025,” lanjutnya.

Baca juga:  Juli, Program Asimilasi Covid - 19 Berakhir

Meskipun secara total menurun, terdapat dinamika yang berbeda antara wilayah kota dan desa. Penduduk miskin di perkotaan mengalami kenaikan, sementara di desa justru mengalami penurunan drastis.

“Persentase penduduk miskin perkotaan pada Maret 2025 sebesar 9,22 persen, naik menjadi 9,60 pada September 2025. Sementara persentase penduduk miskin wilayah perdesaan pada Maret 2025 sebesar 25,88, turun menjadi 24,32 persen pada September 2025,” jelas BPS.

Peningkatan penduduk miskin di kota tercatat sebanyak 1,2 ribu orang dalam kurun waktu enam bulan. Namun, angka ini tertutupi oleh penurunan signifikan jumlah warga miskin di wilayah desa.

Baca juga:  Ekspor Papua Barat Turun 17,06 Persen, Bahan Bakar Mineral Mendominasi

“Dibandingkan Maret 2025, jumlah penduduk miskin Papua Barat September 2025 perkotaan naik sebanyak 1,2 ribu orang (dari 14,94 ribu orang pada Maret 2025 menjadi 16,16 ribu orang pada September 2025). Sementara itu, pada periode yang sama jumlah penduduk miskin perdesaan turun sebanyak 5,7 ribu orang (dari 91,95 ribu orang pada Maret 2025 menjadi 86,25 ribu orang pada September 2025),” tulisnya.

BPS juga merinci besaran Garis Kemiskinan yang menjadi standar di Papua Barat. Sebagian besar biaya dikeluarkan masyarakat untuk memenuhi kebutuhan makanan pokok.

“Garis Kemiskinan pada September 2025 tercatat sebesar Rp868.631 per kapita per bulan dengan komposisi Garis Kemiskinan Makanan sebesar Rp644.673 (74,22 persen) dan Garis Kemiskinan Bukan Makanan sebesar Rp223.958 (25,78 persen),” paparnya.

Baca juga:  Polda Papua Barat Gandeng Diskominfo Tingkatkan Kemampuan Kehumasan Personel

Terakhir, laporan tersebut menyoroti rata-rata jumlah anggota keluarga dalam setiap rumah tangga miskin. Hal ini berimplikasi pada tingginya biaya hidup minimal yang harus dipenuhi setiap keluarga per bulannya.

“Pada September 2025, secara rata-rata rumah tangga miskin di Papua Barat memiliki 6,51 orang anggota rumah tangga. Dengan demikian, besarnya Garis Kemiskinan per rumah tangga miskin secara rata-rata adalah sebesar Rp5.654.788/rumah tangga miskin/bulan,” tutup laporan tersebut. (*/red)

Latest articles

MBG Prasmanan di Kelas Sekolah Mulai Diuji Coba, Termasuk di Jayapura

0
JAKARTA, LinkPapua.id – Badan Gizi Nasional (BGN) mulai menguji coba penyajian program Makan Bergizi Gratis (MBG) secara prasmanan di dalam kelas sekolah. Skema tersebut...

More like this

Gubernur Dominggus Lantik Prof Charlie Jadi Kepala Bappeda Papua Barat, Tekankan Perencanaan Berbasis Data

MANOKWARI, LinkPapua.id – Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan melantik Prof Charlie Danny Heatubun sebagai...

Demi Masa Emas Anak, Gubernur Papua Barat Dorong Akses PAUD Merata-Terjangkau ke Pelosok

MANOKWARI, LinkPapua.id – Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan mendorong layanan pendidikan anak usia dini...

Usai Evaluasi KPK, Gubernur Papua Barat Perintahkan OPD Percepat Pembenahan Aset hingga Pengadaan

MANOKWARI, LinkPapua.id – Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan memimpin rapat lintas organisasi perangkat daerah...