Apresiasi Atas 23 Tahun Eksistensi dan Pengabdian TK PGRI Teluk Bintuni

Published on

BINTUNI, Linkpapua.com—Apresiasi tinggi dan ungkapan terima kasih yang tak terhingga dihaturkan kepada segenap guru Taman Kanak-kanak (TK) Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) SP-IV, Kampung Banjar Ausoy, Distrik Menimeri, Kabupaten Teluk Bintuni.

“Kami sampaikan apresiasi dan ucapatan terima kasih kepada guru-guru TK PGRI yang sudah mendidik anak-anak dengan baik. Terima kasih kepada pihak aparat kampung Banjar Ausoy yang selalu memberikan suport untuk kemajuan TK PGRI” ucap Ketua Pendiri TK PGRI Ahmad Muzaki di sela acara penamatan dan pelepasan sebanyak 53 murid, Senin (12/6/2023).

Kata Ahmad Muzaki, TK PGRI telah menunjukkan eksistensinya selama 23 tahun sejak didirikan pada 1999 silam. Dirinya mengatakan, perjalan TK PGRI ini bermula dari penunjukkan dari kabupaten Manokwari pada saat itu.

“Pada tahun 1999, diserahkan kepada kami di Bintuni. Tetapi karena di (kota) Bintuni tidak mau akhirnya diserahkan kepada kampung Banjar Ausoy, sekarang  usia sudah 23 tahun TK PGRI berada,” tuturnya.

Senada dengan pendiri, Ketua Komite TK PGRI Ronal Issir menyampaikan, komite terus berupaya membantu pihak sekolah dan para guru. Ia juga menyampaikan rasa terima kasih aparat kampung yang sudah memberikan tempat dan perlindungan bagi anak didik, guru, dan sekolah.

“Terima kasih kepada guru dan para bunda TK PGRI yang sudah sabar dan penuh cinta mengurus anak-anak kami sehingga bisa menyelesaikan pendidikan mereka dengan baik,” ucap Ronal.

Dibutuhkan dukungan dalam menjaga eksitensi TK PGRI. Dukungan tersebut bukan hanya datang dari guru untuk memastikan proses kegiatan belajar dan mengajar berlangsung dengan lancar dan baik. Tapi dukungan yang sama juga diharapkan dari para orang tua murid.

“Bagi orang tua murid bila mendapat laporan dari anak, terkait guru yang mendidik agak keras dalam membimbing jangan ditanggapi. Percayakan anak-anak kita kepada guru, pembina agar anak kita menjadi anak yang pintar. Pendampingan orang tua di rumah dalam hal moralitas dan agama,” pungkas Kepala kampung Banjar Ausoy Sudirman. (LP5/RED)

Latest articles

MUI: Pria Berbusana Wanita dalam Karnaval Agustusan Hukumnya Haram

0
JAKARTA, LinkPapua.id – Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyatakan pria yang mengenakan pakaian wanita, termasuk saat mengikuti karnaval agustusan, hukumnya haram dalam syariat Islam. MUI...

More like this

Pemkab Bintuni Groundbreaking Pembangunan Pelabuhan Babo Rp78,7 Miliar, Target Selesai 1,5 Tahun

TELUK BINTUNI, LinkPapua.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Teluk Bintuni, Papua Barat, memulai pembangunan Pelabuhan...

Sertijab Kapolsek Bintuni, Iptu Fauzan Maulana Resmi Gantikan AKP Yan Apriyana

TELUK BINTUNI, LinkPapua.id – Polres Teluk Bintuni, Papua Barat, menggelar serah terima jabatan (sertijab)...

Pemkab Teluk Bintuni dan BBPJN Teken Sinergi Penanganan Jalan Nasional, Hadirkan Konektivitas-Gerakkan Ekonomi

MANOKWARI, LinkPapua.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Teluk Bintuni bersama Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional...