MANOKWARI, LinkPapua.id – Asisten I Setda Papua Barat Syors Alberth Ortisanz Marini mengingatkan Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemprov Papua Barat agar tidak menurunkan disiplin pelayanan publik akibat euforia Piala Dunia 2026. Pegawai yang kedapatan mengabaikan tugas terancam sanksi administratif berat.
“Bagi ASN provinsi saya ingatkan, kita bukan hanya bisa kumpul di lingkungan masing-masing untuk menonton, tapi di kantor juga bisa. Jika ada yang absen, maka tidak dapat TPP, sehingga jika kinerjanya menurun dampaknya kepada mereka sendiri,” ujar Marini di Kantor Gubernur Papua Barat, Senin (1/6/2026).
Menurutnta, pemberian TPP bagi aparatur di lingkungan pemerintah provinsi berkaitan langsung dengan tingkat kehadiran dan capaian kinerja harian. Pengawasan diperketat lantaran sebagian jadwal siaran pertandingan ajang sepak bola terbesar tersebut berlangsung bertepatan dengan jam kerja di Indonesia.
Sementara itu, masyarakat umum turut diimbau agar menjaga keamanan dan ketertiban selama turnamen berlangsung. Fanatisme berlebihan antarpendukung tim nasional dinilai berpotensi memicu keributan hingga mengganggu kenyamanan ruang publik.
“Kadang terjadi pendukung yang berlebihan, saling ribut antar supporter dan konvoi berlebihan mengganggu yang lain, maka perlu adanya saling menjaga dan melindungi,” kata Marini.
Dia menambahkan aparat keamanan dan warga lokal harus bersama-sama memastikan situasi daerah tetap kondusif. Perbedaan dukungan diharapkan menjadi hiburan semata tanpa merusak kerukunan sosial di Papua Barat.
“Kerukunan dan kedamaian di Papua Barat harus tetap terjaga. Jangan sampai terpecah belah hanya karena beda dukungan,” tuturnya.
Di sisi lain, Marini mengaku tetap menjagokan Timnas Belanda pada turnamen dunia edisi kali ini. Pilihan tersebut dipengaruhi oleh faktor historis kedekatan keluarganya.
“Dari dulu saya itu Belanda. Mau menang atau kalah tetap Belanda karena memang ada darah dan sejarahnya,” ucapnya. (LP14/red)
