MANOKWARI, LinkPapua.id – Pemprov Papua Barat memikul tanggung jawab untuk membuktikan kesiapan infrastruktur hingga tata kelola anggaran sebagai tuan rumah Pesparawi Nasional XIV 2026. Ajang keagamaan berskala besar ini menuntut kesiapan matang mulai dari akomodasi, transportasi, hingga aspek keamanan bagi kontingen seluruh Indonesia.
“Kesempatan ini harus dimaknai sebagai komitmen untuk memberikan pelayanan terbaik, menciptakan suasana yang aman, nyaman, dan penuh kehangatan, serta mendukung terselenggaranya kegiatan secara lancar dan bermakna,” ujar Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan dalam Rakornas persiapan Pesparawi di Hotel Aston Niu, Manokwari, Kamis (26/2/2026).
Dominggus mengakui kepercayaan pusat menjadikan Papua Barat sebagai tuan rumah adalah sebuah kehormatan sekaligus tantangan berat. Dia meminta seluruh jajaran untuk tidak hanya fokus pada seremonial, tetapi memastikan kesiapan fasilitas teknis di lapangan.
“Puji-pujian kepada Tuhan adalah ungkapan kasih dan penghormatan kepada Sang Pencipta, membawa damai dalam hati sekaligus mempersatukan kita dalam iman dan pengharapan,” katanya.
Persiapan infrastruktur menjadi sorotan mengingat ribuan peserta dari berbagai provinsi akan memadati Manokwari. Sinergi lintas sektor sangat diperlukan agar kualitas pelayanan dan kenyamanan tamu tetap terjaga selama perhelatan berlangsung.
Selain masalah fisik, pemerintah daerah juga ditekankan untuk menjaga transparansi dalam pengelolaan anggaran kegiatan. Hal ini krusial agar pelaksanaan ajang nasional ini berjalan bermartabat dan terhindar dari kendala administratif di kemudian hari.
Rakornas ini diharapkan melahirkan keputusan operasional yang terukur bagi seluruh lembaga pengembangan Pesparawi. Fokus tetap pada penguatan mental dan spiritual umat melalui panggung seni suara yang inklusif. (LP14/red)
