bp Tambah 3 Blok Migas Baru di Indonesia, 2 Blok Papua Barat Dekat Tangguh LNG

Published on

JAKARTA, LinkPapua.id – Perusahaan energi global bp bersama para mitranya menambah tiga Kontrak Bagi Hasil atau Production Sharing Contract (PSC) baru di Indonesia. Dua dari tiga blok migas baru tersebut berada di Papua Barat dan terletak berdekatan dengan fasilitas Tangguh LNG.

“Perjanjian ini mencerminkan komitmen jangka panjang bp untuk terus berinvestasi dan mendukung ketahanan energi serta pertumbuhan ekonomi Indonesia,” ujar Executive Vice President Gas & Low Carbon Energy bp, William Lin saat penandatanganan perjanjian di ajang Indonesian Petroleum Association Convention & Exhibition (IPA Convex) 2026, Rabu (20/5/2026).

Baca juga:  Tangguh LNG Berikan Kontribusi Positif bagi Perusahaan Lokal di Bintuni, Kontrak Capai USD49 Juta

Penandatanganan PSC tersebut menambah total partisipasi bp menjadi 11 blok minyak dan gas di Indonesia. Penandatanganan dilakukan antara bp dan Pemerintah Indonesia yang diwakili SKK Migas, serta disaksikan langsung Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia. Kesepakatan itu merupakan bagian dari Penawaran Wilayah Kerja Migas Tahap II Tahun 2025 yang dilaksanakan Kementerian ESDM.

Dua blok baru di Papua Barat meliputi blok eksplorasi Bintuni dan Drawa yang lokasinya berdekatan dengan proyek gas alam cair Tangguh LNG di Kabupaten Teluk Bintuni. Keberadaan dua blok ini membuka peluang pengembangan sumber daya migas dalam waktu lebih cepat apabila eksplorasi berjalan sukses.

Baca juga:  Dua Pelajar Papua Barat Raih Juara Olimpiade Genomik Indonesia 2025 di Jakarta

“Kami telah memiliki aset kelas dunia di Indonesia. Jika eksplorasi ini berhasil, kedekatan dua blok baru ini dengan fasilitas kami yang sudah ada akan mendukung pengembangan dan produksi sumber daya dari kedua blok tersebut di masa mendatang,” kata William Lin.

Sementara itu, satu blok lainnya adalah Blok Barong di Jawa Timur yang dioperasikan oleh INPEX Corporation. Pada Blok Barong, bp memiliki participating interest sebesar 49 persen bersama INPEX Corporation sebagai operator dengan kepemilikan 51 persen.

Baca juga:  Dinkes Manokwari siapkan Faskes pelaksanaan CKG

Mitra bp dalam pengelolaan blok Bintuni dan Drawa terdiri dari CNOOC Southeast Asia Limited, MI Berau B.V. (perusahaan patungan antara INPEX Corporation dan Mitsubishi Corporation), serta Indonesia Natural Gas Resources Muturi, Inc. yang merupakan bagian dari LNG Japan Corporation. Momentum di tahun 2026 ini sekaligus menjadi penanda 60 tahun kehadiran bp di Indonesia. (LP14/red)

Latest articles

Darurat Campak, Dinkes Papua Barat Minta Masyarakat Tak Tolak Imunisasi MR

0
MANOKWARI, LinkPapua.id – Dinas Kesehatan (Dinkes) Papua Barat meminta masyarakat tidak menolak imunisasi Measles-Rubella (MR) di tengah peningkatan kasus campak. Sedikitnya 15 kasus positif...

More like this

Darurat Campak, Dinkes Papua Barat Minta Masyarakat Tak Tolak Imunisasi MR

MANOKWARI, LinkPapua.id – Dinas Kesehatan (Dinkes) Papua Barat meminta masyarakat tidak menolak imunisasi Measles-Rubella...

Pemprov Papua Barat Target Bangun 4 BTS di Pegaf, Atasi Blank Spot-Promosi Wisata

MANOKWARI, LinkPapua.id – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Barat menargetkan pembangunan empat Base Transceiver Station...

Insinerator Belum Berizin, RSUP Papua Barat Masih Kirim Limbah Medis ke Luar Daerah

MANOKWARI, LinkPapua.id – Rumah Sakit Umum Provinsi (RSUP) Papua Barat masih mengirim limbah medis...