25 C
Manokwari
Selasa, April 7, 2026
25 C
Manokwari
More

    BPS: Rekreasi hingga Perawatan Pribadi Picu Inflasi Papua Barat Maret 2026

    Published on

    MANOKWARI, LinkPapua.id – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatatkan Provinsi Papua Barat mengalami inflasi sebesar 3,51 persen pada Maret 2026 secara year on year (y-on-y). Kenaikan indeks pada kelompok perawatan pribadi serta sektor rekreasi menjadi penyumbang utama laju inflasi di wilayah ini.

    “Pada Maret 2026 terjadi inflasi y-on-y Papua Barat sebesar 3,51 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 110,10,” tulis BPS dalam laporan resminya, Senin (6/4/2026).

    BPS merinci kenaikan harga yang signifikan terjadi pada kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya yang mencapai 10,71 persen. Kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya juga turut melonjak sebesar 6,47 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

    Baca juga:  Pertamina Patra Niaga Regional Papua Maluku Dukung UMKM Melek Digital Marketing

    “Inflasi y-on-y terjadi karena adanya peningkatan harga yang ditunjukkan oleh naiknya indeks kelompok pengeluaran, yaitu kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 10,71 persen; kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya sebesar 6,47 persen; kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 5,47 persen; kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 4,34 persen; kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 3,73 persen; kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 2,55 persen; kelompok kesehatan sebesar 2,21 persen; serta kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 1,05 persen,” tulis BPS merincikan.

    Baca juga:  Sri Mulyani: Penerimaan Pajak Naik Tajam Jadi Rp134,8 Triliun di Maret 2025

    Meskipun mayoritas kelompok pengeluaran mengalami kenaikan, terdapat tren penurunan harga pada sektor pendidikan dan transportasi. Sektor pendidikan tercatat mengalami penurunan indeks paling dalam sebesar 3,99 persen.

    “Sementara itu, kelompok pengeluaran yang mengalami penurunan indeks yaitu kelompok pendidikan sebesar 3,99 persen; kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,96 persen; serta kelompok transportasi sebesar 0,25 persen,” sebut BPS dalam laporannya.

    Baca juga:  KUHAP Baru Berlaku, OJK-Kejaksaan Bidik Kejahatan Keuangan hingga Kripto

    Adapun secara bulanan, pergerakan harga di Papua Barat terpantau relatif stabil dengan kenaikan tipis. Sebaliknya, angka inflasi tahun kalender justru menunjukkan tren deflasi.

    “Papua Barat pada bulan Maret 2026 mengalami inflasi month to month (m-to-m) dan deflasi year to date (y-to-d) masing-masing sebesar 0,05 persen dan 0,58 persen,” lapor BPS. (*/red)

    Latest articles

    224 KK di Lembang Batualu Selatan Toraja Terima Bantuan Beras-Minyak Bapanas

    0
    TANA TORAJA, LinkPapua.id - Sebanyak 224 kepala keluarga (KK) di Desa Lembang Batualu Selatan, Kecamatan Sangalla Selatan, Kabupaten Tana Toraja, Sulawesi Selatan (Sulsel), akan...

    More like this

    7 Komisioner OJK Resmi Dilantik di MA, Janji Perketat Pengawasan

    JAKARTA, LinkPapua.id - Tujuh Anggota Dewan Komisioner (ADK) Otoritas Jasa Keuangan (OJK) periode 2026-2032...

    Pertamina Patra Niaga Tambah Kuota 1.3 Juta Liter Minyak Tanah di Wilayah Papua dan Maluku

    AMBON, Linkpapua.id-Memastikan ketersediaan minyak tanah bagi masyarakat jelang libur Idulfitri, Pertamina Patra Niaga Regional...

    OJK-PPUMI Gelar Sicantiks, Dorong Literasi Keuangan Syariah bagi Perempuan di Manokwari

    MANOKWARI, LinkPapua.id - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Papua Barat dan Papua Barat Daya...