TELUK BINTUNI, LinkPapua.id – Bupati Teluk Bintuni Yohanis Manibuy meninjau Pelatihan Dasar (Latsar) CPNS Formasi 2021 Teluk Bintuni, Papua Barat. Yohanis menilai pelatihan di lingkungan Brigif 26/GP cocok membentuk karakter ASN yang disiplin.
“ASN yang dilatih disiplin di Brigif ini akan memiliki dampak positif meski waktunya singkat,” ujar Yohanis saat meninjau Latsar CPNS di Markas Brigif 26/GP, Kamis (21/5/2026).

Latsar CPNS tersebut diikuti total 300 peserta yang dibagi dalam 3 gelombang. Setiap gelombang diikuti sekitar 100 peserta dengan dukungan sekitar 30 personel pelatih dan pendamping.
Yohanis hadir langsung meninjau kegiatan pelatihan fisik di Markas Brigif 26/GP sejak pagi. Dia juga mengikuti senam bersama peserta Latsar gelombang III.
Dia mengaku melihat semangat dan optimisme dari wajah para peserta selama mengikuti pelatihan. Dia menilai peserta Latsar cukup gembira dan memancarkan semangat.
“Brigif ini tempat yang cocok bagi ASN Teluk Bintuni agar lebih berintegritas, berkarakter disiplin, memiliki motivasi dan pikiran positif, sehingga dapat membawa kebaikan bagi diri sendiri, keluarga, pemerintah daerah, maupun masyarakat,” ungkapnya.
Yohanis mengatakan Latsar CPNS baru pertama kali dilaksanakan di Brigif 26/GP. Sebelumnya, kegiatan tersebut dilaksanakan di luar Teluk Bintuni.
Dia mengungkapkan Pemkab Teluk Bintuni akan terus memanfaatkan fasilitas Brigif untuk kegiatan Latsar ASN ke depan. Yohanis menilai sarana dan prasarana Brigif memadai, mulai dari gedung, asrama, hingga lapangan.
Sementara itu, Komandan Brigif 26/GP Alexander Eko Setyawan mengatakan pihaknya siap mendukung program pembentukan karakter ASN yang dilaksanakan pemerintah daerah. Dukungan itu diberikan untuk menciptakan ASN yang berkarakter dan disiplin.
“Pihaknya mendukung kegiatan pemerintah, wartawan, terutama dalam pembentukan karakter ASN. Ke depan mereka akan bekerja membangun daerah dan mengabdi kepada negara,” tuturnya.
Alexander menjelaskan materi pelatihan diawali dengan pembiasaan disiplin dasar. Peserta dibiasakan bangun pagi, makan teratur, hingga menjalankan aktivitas secara tertib dan bersama-sama.
Dia menyebut kebiasaan sederhana itu menjadi dasar pembentukan karakter dan disiplin peserta. Dia berharap peserta terbiasa mematuhi aturan sejak bangun hingga tidur.
“Selain kedisiplinan, peserta juga dibekali dengan materi ketangkasan, kecepatan, psikologi permainan, hingga latihan yang bertujuan meningkatkan kecerdasan dan kemampuan bekerja sama,” ucapnya. (LP5/red)
